Kasatpol PP dan Keluarga Korban, Memilih Damai

Dua prempuan ini yang melaporkan oknum Satpol PP, namun batal
Dua prempuan ini yang melaporkan oknum Satpol PP, namun batal

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Kasus dugaan pemerasan yang dilakukan dua oknum Satpol PP, Sabtu kemarin tak berlanjut. Kedua pihak sudah sepakat berdamai, keluarga Ahmad Sanusi (20) yang menjadi korbannya tidak lagi melanjutkan kasus yang menimpanya ke ranah kepolisian.

Hal tersebut disampaikan Fatma (43)  warga Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, bibi AS. Perempuan yang pada Senin kemarin sempat mendatangi Mapolresta tersebut meminta, agar kasus dugaan pemerasan yang kabarnys sering dilakukan oknum Satpol PP itu, tidak terulang di kemudian hari.

Perempuan yang suaminya berdinas di Satpol PP Kota itu mengaku telah berdamai. Mengingat, pada Senin (13/11), sekitar pukul 15.30, dua utusan Satpol PP telah menemui atau berkunjung ke rumahnya. Yakni, Kasi Ops Hendra Kusuma dan Provost Satpol PP. Keduanya atas nama dinasnya meminta maaf atas ulah anggotanya. Selain itu, mereka mengembalikan uang Rp 1,5 juta.

Fatma menyayangkan, ada oknum anggota Satpol PP yang meminta sejumlah uang sebagai syarat pembebasan remaja yang terjaring razia. Apalagi, dirinya masih keluarga besar, yang suaminya berdinas di dinas penegak perda tersebut. “Lah ya, kok sampai hati. Padahal suami saya dinas di Satpol PP. Ini jangan terjadi lagi. Kepada siapapun, termasuk ke warga,” tandasnya.

Kasatpol PP, Sudiman saat dikonfirmasi di kantornya, membenarkan kalau permasalahan yang menyangkut anggotanya, sudah diselesaikn secara damai. Hanya saja, ia tidak mengetahui lantaran tidak ikut. Hal itu dilakukan, sesuai petunjuk polresta. “Sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi soal sanksi, tetap kami laksanakan. Menunggu petunjuk wali kota dan badan kepegawaian,” katanya.

Disinggung soal kejadian serupa yang sering dilakukan anggotanya, Sudiman mengaku belum mendapat laporan. Meski begitu, pihaknya akan melakukan konsolidasi dan evaluasi internal. “Masak. Kami tidak pernah mendapat laporan. Kalau kami tahu, pasti kami tindak. Ya, sesuai kadar kesalahannya. Kan ada tahapan. teguran atau peringatan tiga kali,” pungkas Sudiman.

Terpisah, Ketua Komisi I, DPRD setempat Abdul Azis saat dihubungi berterus terang belum membaca berita tersebut. Dengan alasan masih sibuk dengan profesinya. Namun jika berita tersebut benar, pihaknya akan melakukan rapat komisi. Selanjutnya akan dilakukan RDP atau hearing. “Kami akan memberi rekomendasi ke ekskutif. Tergantung kesalahannya. Bisa diingatkan atau ditegur. Kalau berat kesalahannya, bisa dinon-jobkan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (13/11), sekitar pukul 09.30 Fatma bibi AS, mendatangi SPKT Mapolresta. Ia yang bersama kakak perempuan AS, hendak melaporkan dua oknum Satpol PP yang telah meminta sejumlah uang. Namun rencana tersebut batal, lantaran pihaknya belum mengantongi bukti dan memiliki saksi. 

Pewarta : Agus Salam
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Probolinggo TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top