Kreatif, di Tangan Pria Blitar Ini Limbah Kayu 'Disulap' Jadi Patung Ukiran Cantik

Okto Medi memahat patung kayu di galeri miliknya.(Foto : M.Prayogo/BlitarTIMES)
Okto Medi memahat patung kayu di galeri miliknya.(Foto : M.Prayogo/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Pohon berkayu selain pohon jati seperti pohon nangka, pohon saman, dan pohon trembesi kerap kali dibuang begitu saja.

Orang umumnya menganggap kayu pohon tersebut tak berguna dan dibuang begitu saja seperti limbah.

Namun berbeda dengan Okto Medi, warga Lingkungan Gebang Kidul, Kecamatan Sananwetan kayu pohon tak berguna itu dia sulap menjadi barang bernilai seni tinggi.

Kayu dari penebangan pohon di pinggir jalan, dia punguti untuk dia bawa pulang. Lalu kayu-kayu tersebut dia ukir menjadi sebuah patung kayu yang indah.

“Kalau ada penebangan pohon saya mendekat dan menanyai apakah kayu ini masih berguna apa dibuang? Kalau dibuang langsung saja saya minta karena kayu ini berguna bagi saya,” ungkap pria usia 37 tahun ini, Senin (20/11/2017).

Potongan kayu bekas itu setelah dibawa pulang langsung dia ukir berdasarkan imaginasinya. Hanya berbekal alat ukir manual dia ubah bonggol kayu limbah ini menjadi patung-patung beraneka macam. Seperti patung naga, garuda, macan dan aneka hewan-hewan yang unik.

“Kalau jenis kayunya yang penting bisa saya ukir itu bisa jadi patung. Bagus tidaknya hasil ukiran tergantung orangnya. Kalau jenis bahan kayu limbah saya paling enak mengukir kayu pohon nangka,” ujarnya

Dengan membuat ini dia ingin membuktikan kepada seniman yang selama ini selalu mengutamakan bahan berbahan mahal. Kalau seni pahat kayu biasa para seniman menggunakan kayu jati yang harganya mahal. Padahan dari bahan murahpun bisa menjadi karya seni bernilai tinggi tergantung senimannya.

“Seniman kebanyakan sombong-sombong dengan selalu pakai barang mahal. Kalau saya itu seadanya seperti kayu saja dari pungutan di jalan, melukis medianya kain goni bukan kanfas tapi hasilnya juga bagus,” kata Medi  yang  lihai bermusik  dan eksis di dunia hiburan bersama BsT Band.

Saat ini sudah tercipta puluhan ukiran kayu ada dirumahnya. Rencana akan dia jual tapi berhubung masih baru membuat patung kayu ini dia masih membutuhkan teman untuk membantu menjualkan.

“Saya memang tidak bisa jual sendiri karena saya tidak bisa menilai seni saya sendiri dan harus orang lain yang menilai. Maka dari itu saya minta teman saya yang bantu menjualkan,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Mardiano Prayogo
Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu Anandhika
Sumber : Blitar TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top