Angkat Sayur Krokot, Kelurahan Dadarejo Raih Juara I Lomba Cipta Menu Kota Batu 2017

Tim Pokja 3 PKK Kelurahan Dadaprejo dengan sajian makanan dalam Lomba Cipta Menu Kota Batu 2017, di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Selasa (28/11/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Tim Pokja 3 PKK Kelurahan Dadaprejo dengan sajian makanan dalam Lomba Cipta Menu Kota Batu 2017, di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Selasa (28/11/2017). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

JATIMTIMES, KOTA BATU – Berhasil mengalahkan 24 PKK desa dan kelurahan dalam Lomba Cipta Menu Tingkat Kota Batu 2017, Kelurahan Dadaprejo bakal maju ketingkat provinsi Jawa Timur 2018 mendatang. Kelurahan Dadaprejo bisa meraih juara I  karena mengangkat tanaman lokal yakni bunga krokot dengan berbagai khasiat.

Kelurahan Dadaprejo mendapatkan penilai 269 dari dewan juri saat lomba di Garah Pancasila Balai Kota Among Tani, Selasa (28/11/2017). Dengan menu utama yang ditonjolkan untuk makan siang yakni nasi bentul pelangi (sibengi), sayur asem, krokot (sasekro), gurami saus mangga pudang (gusamapo), sambal bengkuang (samkuang) dan cemceman sabu.

Untuk membuat sajian tersebut tentunya resep harus beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). Selain itu mereka juga memperhatikan unsur inovasi, cita rasa, higienis, dan penampilannya. Tentunya masakan yang disajikan itu tidak menggunakan Monosodium glutamate (MSG).

“Tentunya masakan kami tidak menggunakan MSG dan sehat dikonsumsi,” ungkap ketua Pokja 3 PKK Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Titin Sumarmi.

Ia menjelaskan makanan yang disajikan tentunya yang akan dikonsumsi ayah usia 29 tahun, ibu usia 27 tahun dan anak usia 5 tahun. Kemudian pemilihan sayur krokot ini mudah dicari di tempatnya. Dan tidak perlu mengerluarkan biaya untuk mengkonsumsi sayur tersebut.

“Sayur ini di Dadaprejo kebetulan banyak dan mudah untuk dicari. Jadi kalau masak ini tidak cari saja tidak perlu mengeluarkan biaya banyak,” imbuhnya kepada BatuTIMES.

Kemudian banyaknya manfaat kesehatan pada sayur krokot menjadi salah satu alasan pemilihan bahan baku utama tersebut. Khasiatnya adalah  mencegah anemia, melancarkan ssistem sirkulasi darah sehingga terhindar dari hipertensi.

Lalu meringankan gejala asma dan sesak nafas. Dan obat herbal untuk hepatitis. “Kami pilih ini selain karena banyak di tempat kami juga khasiatnya berlimpah dan jarang sekali orang tahu kalau sayur ini bisa dikonsumsi,” kata Titin.

Menurut Titin, Kelurahan Dadaprejo ini sering kali meraih juara dalam lomba ini, hanya saja baru bisa meraih juara I saat ini. Tentunya berkat kerja kerasnya mempersiapakan untuk lomba bersama lima orang lainnya selama kurang lebih satu bulan. “Kurang lebih kita siapkan ini selama satu bulan. Kita lebih banyak koordinasi dan referensinya tanya sama teman-teman,” tambahnya.

Sedangkan meunu yang disajikan untuk makan malam yakni nasi talas buah bit (talabit). Lalu oseng-oseng weh wehan dan tempe pero (owetero). Kemudian bola ayam tahu goreng (boyatago) dan wedang alang-alang apel anger (weapenget).

Untuk menu makan paginya mereka menyajikan nasi wikajo (wi kacang ijo), pecak bunga papaya (pebupe), rempeyek bungan turi (reburi), udan tempe panggang (udang tempang) dan susu kedelai bulir jeruk (sule buje).

Dalam perlombaan di tingkat provinsi tahun 2018 mendatang ia berharap bisa mengharumkan nama Kota Batu. “Pastinya berharap bisa menjadi juara I nantinya, dengan pendampingan dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu akan menambah ilmu,” harapnya. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga .
Sumber : Batu TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top