Pertama di Dunia, 5.000 Penari Bapang Malangan Pecahkan Rekor Muri di Pantai Ngantep Malang

Maestro Tari Indonesia, Didik Nini Thowok ketika memandu pemecahan Rekor Muri Dunia Pagelaran 5 Ribu Tari Topeng Bapang Malangan di Pantai Nganteb. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Maestro Tari Indonesia, Didik Nini Thowok ketika memandu pemecahan Rekor Muri Dunia Pagelaran 5 Ribu Tari Topeng Bapang Malangan di Pantai Nganteb. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANGMALANGTIMES - Maestro Tari Indonesia, Didik Nini Thowok menjadi saksi pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI) Dunia pada pagelaran 5 ribu penari Topeng Bapang Malangan yang di Pantai Ngantep, Kabupaten Malang. Minggu (3/12/2017).

Penghargaan akbar yang secara resmi diberikan oleh Perwakilan MURI, Triono tersebut sekaligus menjadi kado terindah peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1257.

Sebelum memecahkan Rekor MURI Dunia Tari Bapang Malangan, sebanyak 5 penari dari pelajar SD dan SMP se-Kabupaten Malang berkumpul dan berbaris di bibir Pantai Ngantep. 

Dari pantauan MalangTIMES, ribuan penari mengenakan Tari Topeng Bapang Malangan yang terbuat dari kayu berwarna merah, serta mengenakan pakaian merah berselendang biru.

Sebelum ribuan penari melakukan Tarian Topeng Bapang Malangan, suasana di bibir Pantai Ngantep dipadati ribuan masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung pemecahan rekor dunia itu.

Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna (kanan) menerima Piagam Penghargaan Rekor MURI Dunia dalam rekor Pagelaran Tari Topeng Bapang Malangan atas Siswa Terbanyak di Pantai Ungapan. (foto : Iim Hardian/MalangTIMES)

Sekitar pukul 11.00 WIB Sang Maestro Tari Indonesia yang sudah melalangbuana ke mancanegara, Didik Nini Thowok naik di atas panggung berukuran 4x2 meter memandu pemecahan Rekor MURI Pagelaran 5 Ribu Tari Topeng Bapang Malangan. 

Ketika musik Tari Bapang Malangan dibunyikan, secara serentak ribuan penari Topeng Bapang Malangan menari dengan gemulai di atas pasir Pantai Ngantep.

Pemecahan Rekor Muri Dunia ini disaksikan langsung Bupati Malang Dr H Rendra Kresna dan perwakilan Rekor MURI Triono. Keduanya berkeliling melihat para penari di atas pasir Pantai Ngantep itu.

Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna (kanan) menerima Piagam Penghargaan Rekor MURI Dunia dalam rekor Pagelaran Tari Topeng Bapang Malangan atas Siswa Terbanyak di Pantai Ungapan. (foto : Iim Hardian/MalangTIMES)

Dalam pemecahan rekor MURI ini, para penari melakukan tari Topeng Bapang Malangan sekitar tujuh menit. Usai menari mereka bergegas bersalaman ke Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna.

Maestro Tari Indonesia, Didik Nini Thowok menyampaikan pemecahan Rekor Muri Pagelaran 5 ribu Tari Topeng Bapang Malangan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam melestarikan budaya terutama Tari Topeng Bapang Malangan.

"Saya menilai ini pagelaran tari yang luar biasa. Bahkan, bisa mencatatkan tinta emas Rekor Muri Dunia. Kami merasa bangga bahwa anak-anak sangat antusias melestarikan dan menjaga warisan budaya Kabupaten Malang," kata Didik kepada MalangTIMES.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara menambahkan pihaknya tidak menyangka pemecahan Rekor Muri Pagelaran Tari Bapang Malangan yang diikuti 5 ribu penari ini mampu meraih penghargaan tingkat dunia.

"Sebenarnya kami tidak menyangka bisa meraih pengharaag Rekor Muri Dunia. Awalnya kami menargetkan hanya Rekor Muri Indonesia saja. Ini menjadi pemacu semangat kepada masyarakat untuk melestarikan budaya di Kabupaten Malang," tegas pria asal Bali itu.

Disamping itu, pihaknya mengundang Maestro Tari Indonesia, Didik Nini Thowok untuk memberikan semangat kepada kepada masyarakat, terutama penari sebagai generasi penerus bangsa. 

Menurutnya, acara ini diselenggarakan untuk mengoptimalisasikan kunjungan wisatawan terutama ke wisata pantai. Karena itu pihaknya mengemas acara ini dengan Malang Beach Festival.

"Kami berharap melalui event Malang Beach Festival ini Kabupaten Malang mampu meraih satu juta wisatawan, sehingga target 6 juta wisatawan tahun ini sesuai instruksi Bupati Malang Dr H Rendra Kresna bisa tercapai," pungkasnya.

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Sumber : Malang TIMES
  • 19 TKW/TKI Ilegal Digagalkan di Depan Mapolsek Srono

    Sedikitnya 19 orang calon TKW/TKI ilegal, Selasa (20/2/18) pukul 21.00 WIB, berhasil digagalkan dan diamankan tim Resmob Wilayah Selatan Polres Banyuwangi yang dibantu anggota Polsek Srono Aiptu Agus Robert dan Aiptu Salman. Para calon TKW/TKI gelap terse

  • Kapten Persebaya Sebut Pedro Striker Berkualitas

    Pelatih Persebaya Surabaya Angel Alfredo Vera tidak mau mengambil risiko akan terkurasnya stamina pemain saat tampil di turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur 2018. Apalagi, turnamen yang berlangsung mulai 23 Februari sampai 4 Maret itu memiliki jadwal

  • Tiga Pejabat Utama Polres Trenggalek Alih Tugas

    Gerbong mutasi pejabat utama Polres Trenggalek kembali bergerak. Sejumlah perwira menjalani alih tugas. Kompol Mukalam SH yang sebelumnya menjabat sebagai kabagops dimutasi ke Polres Tulungagung sebagai kapolsek Tulungagung Kota. Mukalam digantikan AKP H

  • Viral, Bocah Yatim Piatu Kurang Gizi Asal Ngantang Diasuh Kakek Nenek Renta

    Dua hari ini netizen dibuat sedih dengan postingan pemilik akun Facebook Arif Witanto di grup Info Malang Raya terkait bocah 4 tahun yang hidup tanpa kedua orang tua. Bocah malang berusia empat tahun itu tinggal bersama kakek dan neneknya yang sudah renta

  • Kartu KIS Dinonaktifkan Sepihak, BPJS dan Dinsos Datangi Warga Miskin Tulungagung, Ini Hasilnya

    BPJS Kesehatan Tulungagung turun tangan menanggapi pemberitaan tentang “non-aktif”-nya kepesertaan jaminan kesehatan milik Sulistriani, warga Dusun Kalituri RT 01 RW 02, Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Hasilnya, BPJS Kesehatan T

  • Selain Ametung dan Ken Arok, Ken Dedes Hampir Menikah dengan Lelaki Asal Dinoyo Ini

    Siapa yang tidak kenal dengan Ken Dedes. Seorang wanita utama atau ardanareswari yang menurunkan trah raja-raja besar di Nusantara. Yakni Singosari, Majapahit hingga Mataram. Tapi, tahukah kita bahwa dalam perjalanannya menjadi seorang perempuan yang m

  • Gandeng Arema, Pendaftar Polinema Meroket

    PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) kembali melakukan penandatanganan Mou dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema), Selasa 20 Februari 2018. Kerja sama dilanjutkan karena banyak hasil positif yang didapat. Salah satunya adalah penin

  • Takut Diancam Bunuh, Seorang Ibu Biarkan Putrinya Jadi Pelampiasan Nafsu Suami

    Seorang ayah di Surabaya tega mencabuli anak tirinya. Bila tak mau melayani permintaan sang ayah, korban diancam bunuh. Pencabulan itu telah dilakukan selama tiga tahun ini.

  • Penyanyi Dewi Gita Kepincut Busana dari Malang

    Industri mode di Kota Malang terus berkembang. Bukan hanya produsen fashion muslimah yang perlu diperhitungkan. Fashion designer asal Bhumi Arema juga tidak berhenti berkreasi.

  • Edan, Tawarkan Seks Bertiga dari Bandung, Dua Anaknya Ikut Diajak

    Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya membongkar praktik nyeleneh dalam berhubungan seksual. Yakni seorang perempuan harus melayani dua orang pria atau biasa disebut three some.

  • Gagal Bertemu Bali United, Ini Curhatan Pelatih dan GM Arema FC

    Arema FC dipastikan gagal bertemu Bali United dalam penyisihan grup A Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018. Itu karena Bali United memilih mundur dari turnamen tersebut. Sebagai gantinya, Singo Edan akan menghadapi PSIS Semarang yang menggantikan Serdadu Trid

  • Tiga Pemalsu KK Diciduk Resmob Polres Banyuwangi

    Tiga terduga pelaku pemalsuan kartu keluarga (KK) Senin (19/2/18) berhasil diringkus Resmob Unit Barat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banyuwangi. Ketiganya diciduk aparat atas laporan Moh. Haerul Umam (26).

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top