Seleksi Bacawali PKB di Jakarta, Dua 'Pelamar' Anton Absen

Para bakal calon wakil wali kota bersama jajaran pengurus DPC PKB Kota Malang setelah mengikuti agenda fit and proper test di Jakarta. (Foto: Istimewa)
Para bakal calon wakil wali kota bersama jajaran pengurus DPC PKB Kota Malang setelah mengikuti agenda fit and proper test di Jakarta. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus menggodok formula untuk kembali memenangkan Pilkada Kota Malang 2018 mendatang.

Hari ini (4/12/2017) para calon yang melamar menjadi pendamping petahana Moch Anton menjalani serangkaian penilaian internal oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB di Jakarta. 

Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB Kota Malang Arief Wahyudi mengungkapkan, rangkaian fit and proper test yang dilakukan oleh panelis DPP PKB untuk bakal calon wakil wali kota (bacawali) Malang 2018 telah selesai dilakukan.

"Fit and proper test dilaksanakan mulai pukul 14.00 WIB dan berakhir pukul 17.00 dan dilakukan dengan wawancara satu per satu," ujar Arief. 

Menurutnya, tidak semua bacawali hadir dalam agenda wawancara itu. Seperti diketahui, ada enam nama yang melamar posisi bacawali itu. Lima di antaranya mendaftar melalui LPP PKB Kota Malang. Sementara satu bacawali mendaftar melalui DPP PKB.

"Dari lima orang yang mendaftar melalui LPP PKB kota Malang, empat orang hadir dan satu orang tidak bisa hadir," ujar mantan anggota DPRD Kota Malang itu. 

Arief menyebut, bacawali yang tidak hadir yakni Ketua DPC Demokrat Kabupaten Malang Ir Ghufron Marzuki.

"Menurut penjelasan dari Arif Darmawan selaku Ketua DPC Partai Demokrat Kota Malang, ketidakhadiran Pak Ghufron karena ada kepentingan lain yang tidak bisa ditinggalkan," paparnya.

Sementara itu, empat pelamar lain datang dan mengikuti seluruh tahapan fit and propertest. Arief menyebut, bacawali pertama yang diuji yakni Siswo Waroso, disusul Hadi Prajoko, lalu Isnaini Anwar, dan terakhir Gunadi Handoko. 

Sedangkan satu orang yang mendaftar melalui DPP PKB, yaitu Dr Canggih Sakinah Hans tidak hadir. Arief menyebut, kehadiran Dr Canggih ditunggu. Namun, hingga keempat bakal calon selesai melakukan fit and proper test dia tidak muncul.

"Ketidakhadiran Dr Canggih tidak ada penjelasan, baik pada LPP DPC PKB Kota Malang maupun kepada DPP PKB," tuturnya.

Arief menerangkan, DPP PKB masih melakukan evaluasi terhadap hasil penilaian yang dilakukan selama tiga jam itu. "Selanjutnya dari hasil fit and proper test nantinya akan dirapatkan dan diputuskan hasilnya oleh DPP PKB," sebutnya. 

Arief menegaskan bahwa seluruh keputusan diserahkan pada pusat. Termasuk pada calon-calon yang absen dalam agenda penilaian itu.

"Ya termasuk bagi kedua pendaftar yang hari ini belum bisa memenuhi undangan DPP PKB, juga akan diputuskan dalam rapat," tegasnya. 

Dia menambahkan bahwa pada prinsipnya dalam setiap pilkada, DPP PKB akan membuka pendaftaran sampai rekomendasi diturunkan. "Sehingga masih memungkinkan bagi masyarakat untuk mendaftar melalui pintu DPP," pungkasnya.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top