Pendekar Pagar Nusa Tulungagung Laporkan Postingan Facebook yang Hina Perguruan

Muhammad Ubaidillah Suwito (pelapor) tunjukkan Postingan yang menghina Perguruan Pencak silat Pagar Nusa (Foto : Anang Basso/TulungagungTIMES)
Muhammad Ubaidillah Suwito (pelapor) tunjukkan Postingan yang menghina Perguruan Pencak silat Pagar Nusa (Foto : Anang Basso/TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Tak terima dengan salah satu Postingan di Facebook, salah satu pimpinan perguruan pencak silat Pagar Nusa (PN) NU melaporkannya ke Polres Tulungagung.

Postingan yang bernada menantang dan hujatan dengan kata kotor itu dinilai akan merusak kerukunan antar Perguruan yang selama ini sudah terjalin kondusif. 

"Saya melapor ini meminta agar tetap di proses, ini sudah belasan kali terjadi dan selalu berakhir mediasi. Namun yang ini saya minta di proses karena telah menghina organisasi perguruan," kata Muhammad Ubaidillah Suwito wakil ketua Cabang Pagar Nusa NU Tulungagung. 

Suwito mengaku sebelumnya telah dilakukan mediasi di tingkat Polsek, namun dirinya menganggap tidak cukup jika hanya meminta maaf karena tidak menimbulkan efek jera. 

"Jika kami menerima permintaan maaf saja, dia atau yang lain akan mengulangi perbuatannya. Itu sudah terjadi sekitar lima belas kali, ini harus di proses secara hukum," pintanya 

Dengan menunjukkan Screenshort yang dijadikan barang bukti laporan, Suwito juga mengaku telah menjalin komunikasi terhadap perguruan lain yang menaungi terlapor yakni DAP (16) pelajar asal Mergayu Kecamatan Bandung. 

"Ketua perguruan bilang itu urusan pribadi (pemostingnya), makanya saya akhirnya melaporkan tulisan di beranda Facebook milik terlapor ini," katanya. Tulisan yang di maksud berbunyi " PN Ga...(misuh-red) ra wani ti jak gelut," 

Sementara terlapor DAP mengaku tidak punya maksud apapun menulis status yang akhirnya membawanya ke urusan hukum.

Sambil tertunduk lesu di dampingi pamong dan Kepala Desa Mergayu DAP tampak menyesal dengan perbuatannya dan mengaku telah menghapus postingannya yang provokatip itu. "Sudah saya hapus, saya menulis saja dan tidak dendam pada siapapun," paparnya 

Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Mustijat Priambodo memastikan akan melakukan proses hukum sesuai dengan ketentuan Undang-undang.

Oleh karena terlapor masih berstatus anak dan masih sekolah, polisi akan melakukan upaya diversi dengan mengundang lintas sektoral. 

"Kita akan proses agar ada dampak jera terhadap pelaku. Diversi akan kita ambil karena pelaku masih anak, sesuai Undang-undang ancaman hukuman di bawah 7 tahun harus diambil langkah ini dengan melibatkan lintas sektor," kata Mustijat 

Kasat Reskrim berharap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi sebab akan menjadi kesalahpahaman yang berdampak pada adanya masalah antar perguruan. 

"Jarimu harimaumu, saya menghimbau agar bijak dalam bermedia sosial, dampak yang di timbulkan bisa masalah. Jadi jangan lagi ada postingan serupa," pungkasnya. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Sumber : Tulungagung TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top