Ternyata Orang Tua Bayi Yang Dibuang Itu Masih Berstatus Pelajar

Bayi yang ditemukan kemarin di dalam parit di Desa Bangoan (foto : joko pramono/Jatim Times)
Bayi yang ditemukan kemarin di dalam parit di Desa Bangoan (foto : joko pramono/Jatim Times)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Polres Tulungagung berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di Desa Bangoan kecamatan Kedungwaru. Pelaku diketahui masih berstatus pelajar, warga sekitar berinisial UN (Perempuan 17 tahun), sedang si pria NZ warga Kelurahan Sembung Kecamatan Tulungagung. Awal pengungkapan berasal dari chat di sosmed . Kedua pelaku pembuangan diamankan di Polres Tulungagung, Selasa (5/12).

"Kedua pelaku masih berstatus pelajar dan saat ini diamankan di Polres Tulungagung," ujar Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP. Mustijat Priambodo.

Mustijat menambahkan, alasan keduanya membuang bayi itu, lantaran malu karena hamil diluar nikah.

Pelaku UN melahirkan sendiri tanpa mendapatkan bantuan dari tenaga kesehatan. Selanjutnya UN membuang bayi itu di sekitar rumahnya sesaat setelah dilahirkan di dalam parit tanpa alas apapun.

"Pelaku melahirkan tanpa bantuan dan langsung membuang bayi itu," tambah Kasat Reskrim.
Pelaku dijerat dengan pasal 308 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan..

Sebelumnya, Warga desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru dihebohkan dengan penemuan bayi perempuan siang tadi sekitar pukul 13.00. Bayi mungil dengan berat 3,1 kilo dan panjang 49 cm itu ditemukan di dalam parit. Kondisi awal saat ditemukan bayi itu diletakkan tanpa selebar alas pun di dasar parit, masih dengan ari-ari yang menempel. 

Bayi ditemukan oleh pekerja kolam yang mendengar tangisan bayi. Awalnya, tangisan bayi itu tidak diindahkan oleh pekerja tersebut lantaran dikira tangisan anak di pemukiman sekitar kolam. Namun setelah didengarkan dengan seksama tangisan itu berasal dari parit di dekat kolam. Sontak salah satu pekerja langsung mengambil bayi itu.

”Pertama kali ditemukan oleh Muslim, yang bekerja di kolam di sekitar penemuan bayi," ujar ketua RT setempat, Rahmat.

Selanjutnya bayi itu dibungkus dengan handuk milik warga dan diantar ke bidan desa setempat untuk dilakukan perawatan lebih lanjut. Tubuh bayi langsung dibersihkan dari sisa-sisa lumpur parit dan langsung dilakukan pemotongan tali pusar oleh bidan desa setempat.

"Saat dibawa kemari bayi masih dalam keadaan kotor karena lumpur dan langsung kita bersihkan lalu kita potong tali pusarnya," ucap  bidan desa Bangoan, Eka Dian.

Sementara itu Kapolsek Kedungwaru Kompol Purwanto benarkan penemuan bayi di desa Bangian itu. Bayi itu ditemukan sekitar jam 13.00  oleh warga sekitar dan langsung diserahkan ke bidan desa.
Saat ini pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mencari pelaku pembuangan bayi itu. 

"Kita masih fokus dalam pengembangan pembuangan bayi ini," ucap Kompol Purwanto saat diwawancarai oleh awak media.

Saat ini kondisi bayi dalam kondisi baik, dan dilakukan perawatan di rumah bidan desa setempat. Untuk menghindari kedinginan, bayi itu diletakkan dalam inkubator. Hingga berita ini ditulis proses pengembangan dan penyelidikan masih dilakukan guna mengetahui pelaku pembuangan bayi itu.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Angga .
Sumber : Tulungagung TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top