Ternyata Ini Asal Sekolah Pembuang Bayi Itu

Bayi yang ditemukan dalam parit pada Senin lalu (foto: istimewa)
Bayi yang ditemukan dalam parit pada Senin lalu (foto: istimewa)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Pembuangan bayi yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Tulungagung memancing berbagai reaksi, termasuk pihak sekolah tempat dimana ayah dan ibu biologis si bayi belajar. Seperti diungkapkan Kepala SMA 1 Boyolangu melalui wakasek humas, Mu'arif siang tadi. 

"Reaksi sekolah yang pertama kali pasti kaget atas kejadian itu," ujar Mu'arif.
UN, ibu biologis bayi yang dibuang di parit pada Senin (4/12) merupakan siswa kelas 11 SMA 1 Boyolangu. UN sendiri dikenal sebagai siswi yang tidak pernah melakukan hal yang neko-neko. Bahkan dalam kesehariannya gadis itu dikenal biasa-biasa saja.

Pihak sekolah dan teman-temannya tidak mengetahui jika UN hamil, hingga terjadi peristiwa pembuangan bayi beberapa waktu lalu.

"UN memang benar siswa SMA 1 Boyolangu, dalam keseharian dan pergaulanya dengan kawan-kawanya baik saja," aku Mu'arif.

Pihak sekolah tidak akan mengeluarkan UN atau memberikan sanksi lainnya. Pihak sekolah akan sukarela menerima UN untuk belajar di sekolah ini, asalkan yang bersangkutan masih mau meneruskan proses belajarnya.

"Kita tidak memberikan sanksi kepada yang bersangkutan, jika yang bersangkutan masih mau belajar di sekolah ini, kita akan terima," tutur pria yang pernah menjadi wartawan pada media cetak harian itu.
Dirinya mengimbau kepada murid SMA 1 Boyolangu lainnya agar kejadian serupa tidak lagi terulang di lembaga sekolah tempatnya bernaung. Bahkan setiap kali para siswa diingatkan akan bahaya dari pergaulan bebas yang bisa menghancurkan masa depannya.

Senada dengan Muarif Wakasek Humas SMA 1 Kedungwaru, Mardiyani juga mengaku kaget atas kejadian yang menimpa siswanya itu. Selama ini 'RZ' dikenal sebagai siswa pendiam yang berbakat dalam bidang seni. 

"Tentu kita sebagai pendidik kaget atas kejadian itu," kata Mardiyani.
Untuk memberikan sanksi kepada RZ, pihak sekolah masih menunggu proses hukum yang sedang dijalani oleh RZ.

"Kita menunggu proses hukum yang berjalan," imbuhnya.
RZ sendiri merupakan siswa kelas 12 di SMA 1 Kedungwaru. Pada bulan Maret hingga April mendatang rencananya akan mengikuti ujian nasional. 

Sebelumnya, Polres Tulungagung berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru. Pelaku diketahui masih berstatus pelajar, warga sekitar berinisial UN (perempuan 17 tahun), sedang si pria RZ warga Kelurahan Sembung Kecamatan Tulungagung. Awal pengungkapan berasal dari chat di sosmed. Kedua pelaku pembuangan diamankan di Polres Tulungagung, Selasa (5/12).

"Kedua pelaku masih berstatus pelajar dan saat ini diamankan di Polres Tulungagung," ujar Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP. Mustijat Priambodo.

Mustijat menambahkan, alasan pembuangan bayi itu, lantaran malu karena hamil di luar nikah.
Pelaku UN melahirkan sendiri tanpa mendapatkan bantuan dari tenaga kesehatan. Selanjutnya UN membuang bayi itu di sekitar rumahnya sesaat setelah dilahirkan di dalam parit tanpa alas apapun.
"Pelaku melahirkan tanpa bantuan dan langsung membuang bayi itu," tambah Kasat Reskrim.
Pelaku dijerat dengan pasal 308 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

Wargs Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru dihebohkan dengan penemuan bayi perempuan siang itu sekitar pukul 13.00. Bayi mungil dengan berat 3,1 kilo dan panjang 49 cm itu ditemukan di dalam parit. Kondisi awal saat ditemukan bayi itu diletakkan tanpa selebar alas pun di dasar parit, masih dengan ari-ari yang menempel, Senin (4/12).

Bayi ditemukan oleh pekerja kolam yang mendengar tangisan bayi. Awalnya, tangisan bayi itu tidak diindahkan oleh pekerja tersebut lantaran dikira tangisan anak di pemukiman sekitar kolam. Namun setelah didengarkan dengan seksama tangisan itu berasal dari parit di dekat kolam. Sontak salah satu pekerja langsung mengambil bayi itu.

"Pertama kali ditemukan oleh pekerja kolam di sekitar penemuan bayi," ujar ketua RT setempat, Rahmat.

Selanjutnya bayi itu dibungkus dengan handuk milik warga dan diantar ke bidan desa setempat untuk dilakukan perawatan lebih lanjut. Tubuh bayi langsung dibersihkan dari sisa-sisa lumpur parit dan langsung dilakukan pemotongan tali pusar oleh bidan desa setempat.

"Saat dibawa kemari bayi masih dalam keadaan kotor karena lumpur dan langsung kita bersihkan lalu kita potong tali pusarnya," ucap  bidan desa Bangoan, Eka Dian.

Sementara itu Kapolsek Kedungwaru Kompol Purwanto benarkan penemuan bayi di Desa Bangian itu. Bayi itu ditemukan sekitar jam 13.00  oleh warga sekitar dan langsung diserahkan ke bidan desa. Saat ini bayi itu dirawat oleh kelurga dari ibu bayi itu.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga .
Sumber : Tulungagung TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top