Wali Kota Malang Sabet Dua Penghargaan Bergengsi Enterpreneur

Wali Kota Malang H Moch. Anton (dua dari kanan) menerima penghargaan Kepala Daerah Enterpreneur pada 8th Annual KIN ASEAN Forum di Jakarta. (Foto: Humas Pemkot for MalangTIMES)
Wali Kota Malang H Moch. Anton (dua dari kanan) menerima penghargaan Kepala Daerah Enterpreneur pada 8th Annual KIN ASEAN Forum di Jakarta. (Foto: Humas Pemkot for MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANGWali Kota Malang H Moch. Anton bertubu-tubi menerima penghargaan jelang tutup tahun. Kali ini wali kota yang akrab disapa Abah Anton itu berhasil menyabet penghargaan Kepala Daerah Enterpreneur.

Penghargaan diberikan pada acara the 8th Annual KIN ASEAN Forum 2017 di Ritz Carlton Hotel Jakarta (6/12) semalam. Pada even ini, wali kota Malang meraih dua penghargaan untuk kategori bidang kemiskinan dan bidang pariwisata.

Sebelumnya, proses penentuan pemenang dilakukan melalui beberapa tahap. Di antaranya sosialisasi kepada anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Aeluruh Indonesia (Apkasi), pengiriman angket kepada anggota Apeksi dan Apkasi, pengiriman kembali angket yang telah diisi sesuai kategori yang diajukan oleh aplikan, penilaian oleh tim juri yang terdiri dari KIN ASEAN.

Penilaian dari inovasi-inovasi yang dilakukan pemerintah dilihat dari beberapa aspek. Yaitu kreativitas, inovasi, kewirausahaan (entrepreneurship). Kategori penilaian dari inovasi-inovasi yang dilakukan ialah kesehatan, pendidikan, kemiskinan, pariwisata, perdagangan, dan investasi.

Abah Anton mengamini akan pentingnya mengembangkan manajemen kreatif dalam memajukan daerah. Pesan tersebut merespons materi diskusi yang sebelumnya disampaikan dengan tema "Creative Destination Management" dan atas penghargaan yang diberikan kepadanya. "Untuk memajukan daerah, memang penting menerapkan manajemen kreatif. Inovasi-inovasi baru dari masyarakat harus kita wadahi," ujar dia.

Kehadiran Kampung Warna-warni dan Kampung Glintung Go Green merupakan contoh konkret dari manajemen kreatif yang berbasis partisipatori dan kearifan lokal. Program yang lahir dari bawah akan menumbuhkan rasa memiliki yang tinggi sehingga menciptakan energi untuk terus berkembang serta melakukan perubahan.

"Jika diinisiasi sendiri oleh masyarakat dan segala perawatan dilakukan masyarakat, akan menumbuhkan rasa memiliki yang tinggi sehingga mereka bisa benar-benar merawatnya," tandas Anton. (*)

Pewarta : Hezza Sukmasita
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top