Wanita di Malang Inginkan Kulit Cantik Mempesona, Pakar Sarankan Ini

Pakar kulit dr Jeffrey Tulaar SpPK saat memberikan konsultasi di sebuah hotel kawasan Jalan Letjen Sutoyo Kota Malang (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Pakar kulit dr Jeffrey Tulaar SpPK saat memberikan konsultasi di sebuah hotel kawasan Jalan Letjen Sutoyo Kota Malang (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Kulit cantik mempesona merupakan dambaan kaum hawa. Tidak terkecuali wanita di Malang. Guna mendapatkan kulit cerah impian banyak wanita melakukan cara instan. Hal tersebut disayangkan oleh dokter Jeffrey Tulaar SpPK.

Pakar asal Bandung itu menyebut masih banyak wanita yang menggunakan perawatan instan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. 

"Ibu-ibu ini ingin cantik tetapi menggunakan sesuatu yang membahayakan seperti pakai krim pemutih mengandung merkari. Atau ada juga yang pakai perawatan seperti botoks dan filler atau bedak plastik atau apa. Kalau menurut saya enggak usah gitu-gitu lah karena ada cara yang lebih sederhana dan tidak mengeluarkan uang banyak," jelas Jeffry saat ditemui MalangTIMES di hotel kawasan Jalan Letjen Sutoyo Kota Malang, pada Sabtu (9/12/2017).

Jeffry mengaku ia banyak keluhan dari pasien. Wanita, kata dia, seringkali menginginkan punya kulit cerah dengan cara cepat. Menurut Jeffry untuk mendapatkan kulit cerah dan sehat produk kecantikan perlu mempertimbangkan dua hal yakni jenis kulit dan usia. 

Sejumlah wanita di Malang ikut workshop kecantikan yang diadakan La Tulipe Cosmetiques pada Sabtu (9/12/2017) (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

"Kadang saya melihat ibu-ibu pakai produk perawatan dan anaknya ikut pakai juga. Padahal produk kecantikan itu harus disesuaikan dengan usia juga. Kalau ibu-ibu dengan usia di atas 40 tahun tentu beda dengan remaja yang usia 20-an," imbuh dokter yang juga konsultan La Tulipe Cosmetique itu. 

Dia menjelaskan penggunaan produk perawatan kulit instan yang langsung berdampak pada kulit juga perlu menyesuaikan usia.

"Untuk usia 20 tahun saya rasa belum perlu diberikan produk yang dapat melawan noda hitam atau penuaan dini. Mungkin untuk usia 30-an sudah mulai bisa diberikan. Dan selanjutnya untuk usia 40 tahun-an ke atas juga perlu," jelas dia. 

Untuk wanita di usia 20 tahun-an, Jeffry menyebut memiliki kulit ideal. Wanita di usia ini, kata dia, tidak perlu menggunakan produk penuaan dini.

"Kalau usia ini cukup pakai pembersihan pakai tiga tahap pembersih, penyegar, dan pelembab. Atau mungkin ditambah dengan krim pelindung matahari. Malamnya baru kasih vitamin saja. Itu saja cukup," papar Jeffry. 

Di usia 30 tahun-an, dia menerangkan mulai perlu ditambah dengan produk anti kerut. "Karena di usia 30 ini sudah mulai ada kerut. Kerut di mata atau flek. Apalagi kalau usia 40 tahun sudah mulai harus ditambah lagi," imbuh dokter lulusan Universitas Padjadjaran itu. 

Selain usia, jenis kulit juga berpengaruh. Jeffry menjelaskan wanita harus memahami benar jenis kulit masing-masing.

"Nah, untuk perawatannya harus disesuaikan dengan jenis kulit. Misalnya jenis kulitnya berminyak, maka produk yang digunakan nanti sesuai dengan kulit berminyak. Karena nanti kalau kulit kering dia ngambil perawatan kulit berminyak hasilnya malah enggak bagus tapi bisa keriput," tukas dia. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
  • Ngaku Rasul, Pria Penghina Nabi Muhammad Ini Akhirnya Terciduk

    Mulutmu harimaumu. Pepatah inilah yang pantas disematkan kepada Rendra Hadikurniawan. Akibat ucapannya yang menghina Nabi Muhammad akhirnya dia dijebloskan ke penjara.

  • Produsen Miras Oplosan Di Ngadiluwih, Digerebek Polisi

    Tim gabungan Polres Kediri dan Polsek Ngadiluwih berhasil menggerebek sebuah produsen miras rumahan milik Agung Prayono (58) yang terletak di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Kamis (26/04/2018) Rumah produksi miras digerebek saat p

  • Bangun Instalasi Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Pemkab Malang Terpilih sebagai Pilot Project Dunia

    Kabupaten Malang selangkah lebih maju dalam hal pengelolaan sampah. Hari ini (26/4/2018) Bupati Malang Rendra Kresna meresmikan sistem pengelolaan sampah organik menjadi kompos dan energi listrik atau Integrated Resource Recovery Center (IRRC) di kawasan

  • Rawan Diterjang Tsunami, BPBD Gelar Simulasi Tanggap Bencana

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan simulasi bencana gempa bumi yang berpotensi tsunami bertempat di Lapangan Desa Tegalrejo, Tempursari, Kamis (26/04) siang tadi.

  • 2 motor dan 2 Hp Ludes

    Wilayah Polres Probolinggo Kota tengah diobok-obok kawanan pencuri. Kali ini kasus pencurian kendaraan bermotor dialami Sunarsis (63) pada Kamis (26/4) dini hari. Dua motor dan satu hand phone di dalam rumahnya digondol kawanan maling.

  • Lelang Proyek Sampai Dijaga Anjing K9, Ada Apa?

    Tender proyek di Kota Probolinggo dijaga ketat Satpol PP dan anggota Polres Probolinggo Kota. Bahkan, Polres yang dipimpin AKBP Alfian Nurrizal ini, juga menerjunkan anjing pelacak K9. Tak hanya itu, peserta tender yang masuk ke lokasi tender, undangannya

  • Perumahan Baru Rawan Dibobol Maling

    Aksi pencurian di wilayah Hukum Polres Probolinggo, terus bertambah. Kali ini menimpa penghuni rumah di perumahan Green Safana Tiga, Jalan Galunggung, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Ada sekitaran 4 rumah di maling di wakt

  • Maling Motor Di GOR Gedangsewu Terjungkal Dihadiahi Timah Panas

    Pelaku pencurian sepeda motor di depan GOR Gedangsewu Boyolangu beberapa waktu lalu, akhirnya dilumpuhkan Satresrim Polres Tulungagung. Pelaku yang diketahui Rahman Ardiantoro (18) warga Gedangsewu itu diamankan Satresrim di rumahnya dan dibawa ke Mako P

  • Tim Pengawas Minta Disdag Pasang Papan Informasi Setiap Ada Proyek

    Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang harus berbenah dalam menjalankan kegiatan pembangunan di lingkungan pasar. Seperti halnya dengan melakukan pemasangan papan kegiatan. Karena seringkali ada kegiatan revitalisasi tanpa ada papan informasi.

  • Direktur Yayasan Yang Tertangkap Nyabu Bukan PNS Pemkab Blitar, Ini Penjelaskan Bupati

    Penangkapan seorang PNS tersangkut narkoba Indah Susilowati (49) rupanya bukan dari PNS di bawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.

  • Bukan Cinta, Bidadari UM Bilang Ini Hal yang Tidak Bisa Dipercaya

    Anak muda punya banyak kata mengungkapkan persoalan hidup. Urusan cinta tidak perlu ditanya. Ada saja kata-kata unik yang mereka buat. Termasuk salah satu yang menarik adalah akun Instagram @bidadarium.

  • Honor 9 Lite Resmi Dirilis, Marcom Buka Pre Order DP Rp 200 Ribu

    Tak butuh waktu lama bagi Honor untuk memasarkan perangkatnya di Indonesia. Honor 9 Lite yang baru diumumkan pada akhir Maret lalu dipastikan mulai menebarkan pesonanya dan bisa pre order di Counter HP Marcom dan New Marcom Blitar.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top