Dinkes Asapi Kecamatan dengan Penderita DBD Tertinggi di Trenggalek

Petugas kesehatan melakukan fogging di walayah Desa Nglebo dengan menggunakan mesin ULV. (Foto: Fals Yudistira/Trenggalektimes)
Petugas kesehatan melakukan fogging di walayah Desa Nglebo dengan menggunakan mesin ULV. (Foto: Fals Yudistira/Trenggalektimes)

JATIMTIMES, TRENGGALEK – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, berupaya keras mencegah wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD)  yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti.

Dengan menggunakan mesin ULV, para petugas dari Dinas Kesehatan maupun puskesmas melakukan penyemprotan atau pengasapan di beberapa wilayah Kecamatan Suruh, termasuk Desa Nglebo.

Menurut data yang dihimpun Trenggalektimes.com, pada tahun 2017 Kecamatan Suruh merupakan salah satu wilayah yang mengalami kasus tertinggi demam berdarah. Untuk mencegah meluasnya wabah tersebut, Pada Selasa 12/12/2017, sejumlah petugas kesehatan melakukan penyemprotan dengan menggunakan mesin ULV.

Biasanya pengasapan dilakukan petugas dengan langsung masuk ke dalam rumah rumah warga. Namun, kali ini, petugas hanya menelusuri jalan jalan lingkungan setempat dengan menggunakan mobil jenis pikap yang sudah didesain dengan menggunakan mesin ULV.  “Untuk hari ini jadwalnya Desa Nglebo. Jadi, satu desa full masuk ke jalan jalan kecil yang bisa dilalui kendaraan (mesin ULV). Suruh itu kasus DBD tertinggi se-Trenggalek. Jumlah penderita yang dirawat di Puskesmas Suruh hingga bulan November 2017 mencapai 131 orang. Jadi, Dinas Kesehatan mengadakan fogging sesuai permintaan kepala puskesmas supaya wabah ini bisa teratasi sehingga tidak menyebar ke wilayah lain,” ujar Ali Imron, petugas Puskesmas Suruh.

Sementara itu, warga berharap, sebelum adanya korban akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti, pemerintah setempat maupun petugas selalu siaga dan tidak henti-hentinya mengingatkan kepada warga tentang 3M, yakni menguras, mentupu, dan mengubur benda-benda yang berpotensi menjadi sarang nyamuk demam berdarah.. "Kami harapkan kasus DBD tidak ada lagi," kata dia. (*)

Pewarta : Fals Yudistira
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Angga .
Sumber : Trenggalek TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top