Dari Tusuk Sate, Lelaki Ini Raup 86 Juta Rupiah Per Bulan

Para pekerja tusuk sate di rumah Umar Faruk. Setiap bulan dia mampu meraup 86 juta rupiah, selain mampu mengurangi pengangguran di lingkungan sekitarnya. (Nana)
Para pekerja tusuk sate di rumah Umar Faruk. Setiap bulan dia mampu meraup 86 juta rupiah, selain mampu mengurangi pengangguran di lingkungan sekitarnya. (Nana)

JATIMTIMES, MALANGHal-hal yang kita anggap kecil dan sepele ternyata menyimpan potensi ekonomi tinggi. Seperti usaha tusuk sate yang mungkin jarang disentuh oleh kebanyakan orang. Padahal, dari tusuk sate yang terlihat kecil ini, ada potensi ekonomi terbilang besar.

Potensi inilah yang dilihat secara jeli oleh Umar Faruk, warga Jalan Anjasmoro, Kepanjen, yang menggeluti usaha tusuk sate selama puluhan tahun ini. Hasilnya, Umar bisa meraup pendapatan 86 juta rupiah dari usahanya tersebut.

“Terlihat kecil memang, Mas. Tapi sebenarnya usaha ini menjanjikan keuntungan lumayan di tengah persaingan industri lainnya. Selain tentunya juga bisa ikut membantu mengurangi pengangguran,” kata Umar yang memulai usahanya sejak 2010, Minggu (24/12).

Umar dalam menjalankan usahanya dengan modal awal Rp 50 juta untuk membeli mesin pembuat tusuk sate. Dia dibantu sekitar 20 warga sekitar yang diberdayakannya selama ini. Pola pemberdayaan yang dilakukan Umar ini tidaklah muluk-muluk seperti dalam berbagai makalah atau diktat pemberdayaan masyarakat. 

Dia melihat pekerjaannya semakin membutuhkan tenaga kerja baru. Dan di sekitarnya masih banyak warga yang notabene tetangganya masih tidak memiliki pekerjaan tetap. “Maka saya rekrut mereka. Ada yang di bagian produksi, finishing, sortir maupun packaging. Alhamdulillah mereka juga betah kerja di sini,” ungkap ayah dua putra ini.

Industri kecil menengah (IKM) tusuk sate Umar yang bahan bakunya diambil dari Gunung Kawi dan Dampit setiap hari mampu memproduksi 2,5 kuintal tusuk sate. Produknya laris keras bukan hanya di dalam daerah saja (Malang Raya), tapi sudah sampai merambah luar daerah seperti Jakarta, Kalimantan dan Bali.

Dihargai 11.500 rupiah untuk setiap kilogram tusuk sate ayam dan 10.500 rupiah untuk tusuk sate kambing, Umar masih memiliki impian untuk terus meningkatkan produksinya. “Tapi kendalanya memang di bahan baku dan peralatan. Permintaan pasar untuk tusuk sate sebenarnya terbuka lebar, tapi tidak bisa terlayani semua,” ujar lelaki asli Madura ini yang bercita-cita di IKM tusuk sate ini terbentuk suatu paguyuban.

Pernyataan Umar terbilang logis. Walau tusuk sate terbilang sepele, masyarakat Indonesia tidak bisa lepas dari keberadaannya. Sate merupakan salah satu makanan yang disukai oleh masyarakat di mana pun, baik yang berada di perkotaan maupun di pedesaan. Tusuk sate jelas dibutuhkan dalam memenuhi selera makanan masyarakat tersebut.

Selain menghasilkan keuntungan terbilang besar, tusuk sate dari Kepanjen ini telah juga ikut serta dalam mewujudkan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Malang. Secara nyata dan tidak memerlukan banyak teori. “Berbagi yang saling menguntungkan, Mas. Saya ya butuh mereka. Pun sebaliknya. Jadi, seimbang kalau dalam persoalan ini. Tidak neka-neka,” pungkas Umar. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
  • Ngaku Rasul, Pria Penghina Nabi Muhammad Ini Akhirnya Terciduk

    Mulutmu harimaumu. Pepatah inilah yang pantas disematkan kepada Rendra Hadikurniawan. Akibat ucapannya yang menghina Nabi Muhammad akhirnya dia dijebloskan ke penjara.

  • Produsen Miras Oplosan Di Ngadiluwih, Digerebek Polisi

    Tim gabungan Polres Kediri dan Polsek Ngadiluwih berhasil menggerebek sebuah produsen miras rumahan milik Agung Prayono (58) yang terletak di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Kamis (26/04/2018) Rumah produksi miras digerebek saat p

  • Bangun Instalasi Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Pemkab Malang Terpilih sebagai Pilot Project Dunia

    Kabupaten Malang selangkah lebih maju dalam hal pengelolaan sampah. Hari ini (26/4/2018) Bupati Malang Rendra Kresna meresmikan sistem pengelolaan sampah organik menjadi kompos dan energi listrik atau Integrated Resource Recovery Center (IRRC) di kawasan

  • Rawan Diterjang Tsunami, BPBD Gelar Simulasi Tanggap Bencana

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan simulasi bencana gempa bumi yang berpotensi tsunami bertempat di Lapangan Desa Tegalrejo, Tempursari, Kamis (26/04) siang tadi.

  • 2 motor dan 2 Hp Ludes

    Wilayah Polres Probolinggo Kota tengah diobok-obok kawanan pencuri. Kali ini kasus pencurian kendaraan bermotor dialami Sunarsis (63) pada Kamis (26/4) dini hari. Dua motor dan satu hand phone di dalam rumahnya digondol kawanan maling.

  • Lelang Proyek Sampai Dijaga Anjing K9, Ada Apa?

    Tender proyek di Kota Probolinggo dijaga ketat Satpol PP dan anggota Polres Probolinggo Kota. Bahkan, Polres yang dipimpin AKBP Alfian Nurrizal ini, juga menerjunkan anjing pelacak K9. Tak hanya itu, peserta tender yang masuk ke lokasi tender, undangannya

  • Perumahan Baru Rawan Dibobol Maling

    Aksi pencurian di wilayah Hukum Polres Probolinggo, terus bertambah. Kali ini menimpa penghuni rumah di perumahan Green Safana Tiga, Jalan Galunggung, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Ada sekitaran 4 rumah di maling di wakt

  • Maling Motor Di GOR Gedangsewu Terjungkal Dihadiahi Timah Panas

    Pelaku pencurian sepeda motor di depan GOR Gedangsewu Boyolangu beberapa waktu lalu, akhirnya dilumpuhkan Satresrim Polres Tulungagung. Pelaku yang diketahui Rahman Ardiantoro (18) warga Gedangsewu itu diamankan Satresrim di rumahnya dan dibawa ke Mako P

  • Tim Pengawas Minta Disdag Pasang Papan Informasi Setiap Ada Proyek

    Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang harus berbenah dalam menjalankan kegiatan pembangunan di lingkungan pasar. Seperti halnya dengan melakukan pemasangan papan kegiatan. Karena seringkali ada kegiatan revitalisasi tanpa ada papan informasi.

  • Direktur Yayasan Yang Tertangkap Nyabu Bukan PNS Pemkab Blitar, Ini Penjelaskan Bupati

    Penangkapan seorang PNS tersangkut narkoba Indah Susilowati (49) rupanya bukan dari PNS di bawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.

  • Bukan Cinta, Bidadari UM Bilang Ini Hal yang Tidak Bisa Dipercaya

    Anak muda punya banyak kata mengungkapkan persoalan hidup. Urusan cinta tidak perlu ditanya. Ada saja kata-kata unik yang mereka buat. Termasuk salah satu yang menarik adalah akun Instagram @bidadarium.

  • Honor 9 Lite Resmi Dirilis, Marcom Buka Pre Order DP Rp 200 Ribu

    Tak butuh waktu lama bagi Honor untuk memasarkan perangkatnya di Indonesia. Honor 9 Lite yang baru diumumkan pada akhir Maret lalu dipastikan mulai menebarkan pesonanya dan bisa pre order di Counter HP Marcom dan New Marcom Blitar.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top