Ribuan Warga Lumajang Membludak di Acara Festival Makan Sayur Kelor Gratis

Tampak warga Ditotrunan sibuk melayani pengunjung di standnya (istimewa)
Tampak warga Ditotrunan sibuk melayani pengunjung di standnya (istimewa)

JATIMTIMES, LUMAJANG – Warga Desa Ditotrunan, Kecamatan Lumajang menggelar festival makan gratis jangan kelor di sepanjang jalan kelurahan setempat. Kegaiatan yang menyedot ribuan warga Lumajang ini dilaksanakan Minggu (24/12).

Pengamatan media ini, untuk membuat sayur kelor (jangan kelor), pertama warga Kelurahan Ditotrunan mengambil daun dari batangnya. Tanaman ini banyak ditaman di pekarangan rumah warga setempat.

Daun yang masih muda dipilih karena memiliki nilai gizi tinggi, dengan campuran daun kemangi untuk memberikan aroma khas masakan Lumajang.

"Kelor ini bisa ditanam dengan mudah dimana saja. Kami dari Dasa Wisma memanfaatkan lahan kosong yang ada. Sehingga warga sendiri tidak perlu membeli sayur kelor di pasar. Jadi kalau mau buat sayur kelor tinggal memetik dicampur dengan kemangi dan bisa disajikan untuk keluarga kecil," kata Supriyati.

Sebelum dimasak, ibu-ibu itu sudah menyiapkan bumbu pelengkap, yakni bawang merah, bawang putih, kunci, sereh, gula pasir dan garam. Setelah air mendidik, barulah daun kelor yang sudah dicuci bersih dimasukkan ke dalam panci masak.

Saat daun kelor layu, petanda sayur ini sudah matang dan siap dihidangkan. "Memasak jangan kelor tanpa menggunakan penyedap rasa, sehingga keluarga kita terhindar dari bahan pengawet yang menyebabkan penyakit seperti kangker," ungkapnya.

Selain mudah dibuat, sayur kelor teryata memiliki banyak khasit. Sehingga tak jarang, warga setiap pagi memasak sayur kelor untuk memenuhi gizi tubuh. "Gizinya sangat tinggi terutama untuk pelancar ASI bagi ibu-ibu yang baru melahirkan," tambahnya.

Jangan kelor merupakan makanan berkuah khas Kabupaten Lumajang. Berkat makanan tradisional ini, Lumajang berhasil mendapat penghargaan Kabupaten Sehat oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

"Sebenarnya ini adalah makanan tradisional yang sudah ada sejak jaman dulu kala, karena kelor ini banyak sekali manfaatnya," katanya lagi.
 
Bupati Lumajang, Drs. As'at Malik mengapresiasi kegiatan membumikan masakan khas Lereng Gunung Semeru ini. Apalagi, kata Bupati, Lumajang berhasil memperoleh penghargaan tingkat nasional berkat daun kelor.

"Lumajang mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Sehat itu semua juga karena ada Kampoeng Kelor di tiga kelurahan yakni di Kelurahan Citrodiwangsan, ternyata di Citrodiwangsan, Ditotrunan dan Jogotrunan mereka semua mereka semua nanam kelor," ujar bupati.

Rencananya, fersival makan gratis dengan lauk sayur kelor ini akan digelar setiap tahun. Agar masyarakat Lumajang sehat dan terhindar dari penyakit kronis lain yang mengancam.

Pewarta : M.Imron
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top