Menikmati Sensasi Kembang Api Tertinggi Wisata Bukit Bonsai Kademangan

Indahnya kembang api di Bukit Bonsai Watulawang (Foto: Mahathir Muhammad/ BlitarTIMES)
Indahnya kembang api di Bukit Bonsai Watulawang (Foto: Mahathir Muhammad/ BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR –  Banyak tempat wisata yang menjadi pilihan masyarakat untuk merayakan pergantian tahun 2018 semalam. Di Kota Blitar, ternyata juga ada tempat wisata yang cukup mempesona untuk merayakan Tahun Baru, yakni Wisata Bukit Bonsai Watulawang.

BlitarTIMES berkesempatan menikmati pesona malam tahun baru tempat wisata yang belum genap satu bulan dilaunching tersebut. Lokasinya berada di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar atau sekitar 8 KM dari pusat Kota Blitar. Sebelum memasuki lokasi tersebut, para wisatawan akan diajak melewati rute Candi Simping, candi legendaris dimana abu Raden Wijaya disemayamkan.

Sekitar pukul 8 malam BlitarTIMES bersama Abdul Aziz, Ketua Segoro Nusantara meluncur dari Kota Blitar. Di perjalanan kami diskusi panjang mengenai pengembangan wisata di Kabupaten Blitar. Segoro Nusantara adalah organisasi sosial yang bergerak dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial, sudah banyak hal yang telah dilakukan organisasi yang dinahkodai oleh Abdul Aziz mulai dari Kampung Segoro BMI di Pangkalanbun, Wisata Sumberasri, Wisata Bukit Bonsai Watulawang, UKM, dan beberapa wisata di luar kota.

Kami bersama Abdul Aziz sengaja memilih rute melewati Wisata Kampung Coklat karena akan mampir di Warung Makan Ayam Bakar Kulupan milik sahabat Edi Saputra yang juga wartawan senior di Blitar.

Ayam Bakar Kulupan ini berlokasi dekat sekali dengan Kampung Coklat. Masakan Ayam Bakar Kulupan  punya taste tersendiri bagi penikmat kuliner, sambal lezat dan kulupannya (sayur) sangat khas pasti tidak ditemui di tempat lain.

Sekitar satu jam-an kami mengobrol, perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Wisata Bukit Bonsai Watulawang. Dari bawah bukit kami sudah melihat kelap kelip lampu yang menghiasai puncak Wisata Bukit Bonsai Watulawang yang terkenal dengan budi daya bonsainya. Pemandangan dari bawah terlihat indah, membuat tak sabar saya untuk segera tancap gas ke atas.

Terlihat ribuan pengunjung lalu lalang memadati tempat wisata ini, ada yang bersama pasangannya, keluarga dan teman-temannya. Saya sempat menyapa salah satu pengunjung dari Kota Blitar yang datang bersama ke empat temannya.

Namanya Ika Latifah (22), dia mengatakan sengaja memilih malam Tahun Baru di Bukit Bonsai Watulawang karena ingin melihat pemandangan Kota Blitar dari puncak di malam hari.

"Saya dengar dari temen-temen saya kalau di sini pemandangannya sangat indah di malam hari semacam The Peak di Hongkong bisa melihat Blitar dari ketinggian,” katanya.

Ribuan pengunjung tampak asyik menikmati malam tahun baru sembari dihibur dengan orkes dangdut dan pemandangan malam hari Kota Blitar dari puncak Bukit Bonsai Watulawang. Warung-warung milik masyarakat juga ramai dikerubuti pengunjung, ada yang membeli bakso, kopi, dan camilan lainnya.

Tak hanya itu pernak pernik lampu pemandangan Kota Blitar terasa menambah keindahan malam tahun baru di wisata yang dikenal sebagai sentral bonsai dan pernah dikunjungi mendiang Presiden Soeharto semasa menjabat.

Ditambah dengan spot foto yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin selfie dan berfoto di atas spot dilakukan oleh pengunjung. Banyak spot foto yang disajikan di sini mulai perahu, balon udara, bunga teratai, bulan dan bintang, timbangan dan banyak lagi lainnya.

Di tengah keasyikan penonton berselfie ria menikmati alunan musik dangdut khas Indonesia, saya menyempatkan diri untuk menghibur penonton dengan menyanyikan dua lagu. Birunya Cinta dan Kelangan menjadi bagian dari malam perayaan Tahun Baru di bukit ini.

Sambil menyapa penonton kami persembahkan dua lagu ini untuk seluruh penonton dari BlitarTIMES sebagai media online mainstream di Blitar dan Jawa Timur. Meski gerimis sempat turun, tak menyurutkan penonton untuk berjoget bersama sambil menikmati note nada musik dangdut yang mendayu-dayu dan penuh gelombang.

Tepat pada pukul 00.00 WIB momen spesial pergantian tahun pengunjung berkumpul di areal tertinggi yang dapat melihat Blitar dari ketinggian. Seluruh pengunjung  terlihat sangat menikmati pemandangan kembang api yang dinyalakan di berbagai even di Kabupaten Blitar dan Kota Blitar. Semuanya terlihat  jelas dari  puncak Wisata Bukit Bonsai Watulawang.

Tak hanya bisa melihat pernah pernik kembang api yang dinyalakan di Kanigoro, Kota Blitar dan sekitarnya. Di puncak Bukit Bonsai Watulawang juga menyalakan kembang api sebagai penanda pergantian tahun yang berlangsung selama kurang lebih 25 menit. Kemeriahan memuncak ketika kilat dan cahaya kembang api mewarnai udara  dan terlihat sangat indah, banyak orang mengambil hpnya untuk mengabadikan momen spesial ini.

Ditengah-tengah gemuruh suara pengunjung merayakan Tahun Baru kami sempat mewawancarai salah satu pengunjung dari Kanigoro, Blitar bernama Novi Rahmawati. Ia berharap agar even di Wisata Bonsai Watulawang tahun depan dibuat lebih meriah lagi agar lebih banyak pengunjung.

"Sangat indah sekali pemandangan kembang api dari puncak bukit Bonsai kami bisa melihat seluruh kembang api yang dinyalakan di seluruh Blitar. Apalagi di sini kembang apinya bagus sekali,” kata Novi, pengunjung dari Kanigoro Blitar.

Menikmati pemandangan Bukit Bonsai Watulawang sangat tepat bila dilakukan sambil menikmati kopi dan kuliner. Di sini juga tersedia warung makan yang warungnya  beratap asbes yang dilukis dengan gambar dan pewarnaan yang indah.

Tak terasa jam menunjukkan pukul 1 dini hari, kami pun menemui pengelola wisata ini yang bernama Galih Ahmad. Dalam obrolan ia mengatakan bahwa wisata ini adalah wisata berbasis masyarakat yang berasaskan gotong royong yang melibatkan semua masyarakat sekitarnya. Lanjut Galih, bahwa ia dan masyarakat akan membuat even yang lebih besar lagi di tahun mendatang.

"Antusias pengunjung malam ini akan ia jadikan modal untuk mempersiapkan even besar di malam Tahun Baru tahun depan,” katanya.

Sekitar pukul 1 dini hari kamipun bergegas pulang menikmati kemacetan bersama ribuan pengunjung yang antri untuk pulang. Semoga Tahun Baru 2018 menjadi keberkahan bagi kita semuanya.(*)

Pewarta : Mahathir Muhammad
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top