Berbeda dari Versi Warga, Pertapa yang Tewas di Gunung Budheg Diduga karena Ini..

Petugas tunjukkan tulang yang tersisa dari korban Bero di Gunung Budheg (Foto: TulungagungTIMES)
Petugas tunjukkan tulang yang tersisa dari korban Bero di Gunung Budheg (Foto: TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Jika sebelumnya juru kunci gua Tritis Gunung Budheg Dusun Kendit Desa Tanggung Campurdarat Tulungagung mengatakan kemungkinan Saparianto alias Bero (50) pertapa  Blimbing, Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu dimungkinkan tewas karena lapar dan lemas karena lama tidak makan, polisi justru memperkirakan jika korban tewas karena terjatuh dari puncak sisi utara Gunung Budheg.

Versi polisi ini cukup logis, pasalnya pucak utara gunung mempunyai ketinggian sekitar 100 meter dari tebing di bawahnya. Sedangkan jika diukur dari dasar, ketinggiannya mencapai ratusan meter dengan tebingnya berdiri tegak. Untuk mencapai lokasi ini bisa melalui  Goa Tritis yang ada di sebelah barat.

Keyakinan ini berdasar kondisi tulang saat ditemukan. Menurut informasi internal (identifikasi) kepolisian, ada sejumlah tulang yang patah. Antara lain tulang ekor, paha kanan, tulang panggul, tulang iga dan tulang lengan bawah. 

"Kalau melihat patahnya tulang, pasti karena jatuh dari ketinggian. Kalau meninggal dalam kondisi normal tulangnya pasti utuh," terang sumber itu.

Warga lain Sukamdi menerangkan, puncak sisi utara mempunyai pemandangan sangat indah namun berbahaya. Karena selain berbatasan dengan tebing yang berdiri tegak lurus, anginnya cukup kencang.

Menurutnya, sering kali kambing warga yang dilepas bebas mencapai puncak ini. "Sudah sering kambing warga jatuh dari puncak ini dan pasti langsung mati," ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, sulit memastikan penyebab kematian Bero.

"Karena kondisinya hanya menyisakan tulang," ucap Mustijat.

Bero pamit bertapa di Gunung Budheg pada 1 Desember 2017 silam. Bero naik wilayah gunung yang dijadikan obyek wisata ini dari sisi barat yang merupakan jalur pendakian utama.  

Ia sempat berpesan agar tidak dicari sebelum 40 hari. Namun pada Rabu (3/1/2018) lalu, pencari rumput menemukan tubuhnya dalam kondisi tinggal tulang belulang. Bahkan bagian kepalanya hingga kini belum ditemukan atau hilang. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
  • Ngaku Rasul, Pria Penghina Nabi Muhammad Ini Akhirnya Terciduk

    Mulutmu harimaumu. Pepatah inilah yang pantas disematkan kepada Rendra Hadikurniawan. Akibat ucapannya yang menghina Nabi Muhammad akhirnya dia dijebloskan ke penjara.

  • Produsen Miras Oplosan Di Ngadiluwih, Digerebek Polisi

    Tim gabungan Polres Kediri dan Polsek Ngadiluwih berhasil menggerebek sebuah produsen miras rumahan milik Agung Prayono (58) yang terletak di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Kamis (26/04/2018) Rumah produksi miras digerebek saat p

  • Bangun Instalasi Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Pemkab Malang Terpilih sebagai Pilot Project Dunia

    Kabupaten Malang selangkah lebih maju dalam hal pengelolaan sampah. Hari ini (26/4/2018) Bupati Malang Rendra Kresna meresmikan sistem pengelolaan sampah organik menjadi kompos dan energi listrik atau Integrated Resource Recovery Center (IRRC) di kawasan

  • Rawan Diterjang Tsunami, BPBD Gelar Simulasi Tanggap Bencana

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan simulasi bencana gempa bumi yang berpotensi tsunami bertempat di Lapangan Desa Tegalrejo, Tempursari, Kamis (26/04) siang tadi.

  • 2 motor dan 2 Hp Ludes

    Wilayah Polres Probolinggo Kota tengah diobok-obok kawanan pencuri. Kali ini kasus pencurian kendaraan bermotor dialami Sunarsis (63) pada Kamis (26/4) dini hari. Dua motor dan satu hand phone di dalam rumahnya digondol kawanan maling.

  • Lelang Proyek Sampai Dijaga Anjing K9, Ada Apa?

    Tender proyek di Kota Probolinggo dijaga ketat Satpol PP dan anggota Polres Probolinggo Kota. Bahkan, Polres yang dipimpin AKBP Alfian Nurrizal ini, juga menerjunkan anjing pelacak K9. Tak hanya itu, peserta tender yang masuk ke lokasi tender, undangannya

  • Perumahan Baru Rawan Dibobol Maling

    Aksi pencurian di wilayah Hukum Polres Probolinggo, terus bertambah. Kali ini menimpa penghuni rumah di perumahan Green Safana Tiga, Jalan Galunggung, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Ada sekitaran 4 rumah di maling di wakt

  • Maling Motor Di GOR Gedangsewu Terjungkal Dihadiahi Timah Panas

    Pelaku pencurian sepeda motor di depan GOR Gedangsewu Boyolangu beberapa waktu lalu, akhirnya dilumpuhkan Satresrim Polres Tulungagung. Pelaku yang diketahui Rahman Ardiantoro (18) warga Gedangsewu itu diamankan Satresrim di rumahnya dan dibawa ke Mako P

  • Tim Pengawas Minta Disdag Pasang Papan Informasi Setiap Ada Proyek

    Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang harus berbenah dalam menjalankan kegiatan pembangunan di lingkungan pasar. Seperti halnya dengan melakukan pemasangan papan kegiatan. Karena seringkali ada kegiatan revitalisasi tanpa ada papan informasi.

  • Direktur Yayasan Yang Tertangkap Nyabu Bukan PNS Pemkab Blitar, Ini Penjelaskan Bupati

    Penangkapan seorang PNS tersangkut narkoba Indah Susilowati (49) rupanya bukan dari PNS di bawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.

  • Bukan Cinta, Bidadari UM Bilang Ini Hal yang Tidak Bisa Dipercaya

    Anak muda punya banyak kata mengungkapkan persoalan hidup. Urusan cinta tidak perlu ditanya. Ada saja kata-kata unik yang mereka buat. Termasuk salah satu yang menarik adalah akun Instagram @bidadarium.

  • Honor 9 Lite Resmi Dirilis, Marcom Buka Pre Order DP Rp 200 Ribu

    Tak butuh waktu lama bagi Honor untuk memasarkan perangkatnya di Indonesia. Honor 9 Lite yang baru diumumkan pada akhir Maret lalu dipastikan mulai menebarkan pesonanya dan bisa pre order di Counter HP Marcom dan New Marcom Blitar.

Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top