Mobil Diberondong Peluru Dua Bandar Sabu Asal Madura Tewas

Mobil yang digunakan tersangka untuk melarikan diri (Foto : M Bahrul Marzuki/SurabayaTIMES)
Mobil yang digunakan tersangka untuk melarikan diri (Foto : M Bahrul Marzuki/SurabayaTIMES)

JATIMTIMES, SURABAYADua bandar narkotika jenis sabu-sabu (SS) asal Madura ditembak mati anggota BNNP Jatim. Keduanya diduga merupakan jaringan Internasional Malaysia - Indonesia. Dari tangan mereka petugas menemukan tujuh kilogram sabu.

Kedua jenazah saat ini masih di kamar mayat RS Bhayangkara Polda Jatim. Mereka adalah Ibrohim, 24, warga Nepa, Banyuates, Kabupaten Sampang dan Hamid, 35, warga Sumber Kenanga, Ketapang, Kabupaten Sampang.

Keduanya tewas akibat tertembus beberapa peluru tajam yang diarahkan petugas dari luar mobil Honda CRV hitam M 806 HA yang dikendarainya. Penembakan yang dilakukan petugas BNNP Jatim ini tak ubahnya seperti dalam film action.

Tim dipimpin langsung Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra. Pengungkapan mulai dari penyanggongan di lahan parkir Dermaga Jamrud, Tanjung Perak hingga penyergapan serta aksi kejar-kejaran di jalan raya.

Tersangka Ibrohim saat itu diketahui petugas baru mengambil sabu seberat tujuh kilogram di Dermaga Jamrud, Tanjung Perak. Diambil dari salah seorang kurir yang baru turun dari kapal jurusan Banjarmasin – Surabaya.

Di area parkir itu sudah menunggu dua unit mobil milik jaringan ini. Yaitu Toyota Avanza dan Honda CRV. Begitu Ibrohim akan ditangkap petugas, tersangka lari ke mobil CRV yang dikemudikan Hamid siap membawa ke Sampang.

Seorang petugas yang menghadang tersangka ditabrak hingga terpental sekitar 10 meter. Hingga anggota itu tidak bisa berdiri. Kini masih dalam perawata di rumah sakit. Tak pelak, beberapa petugas yang ada di belakang dan samping mobil tersangka langsung mengarahkan tembakan ke arah mobil.

"Mobil tak mau berhenti dan kabur keluar dari parkir menuju ke Jalan Raya Perak Timur," tutur Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra, Sabtu (6/1).

Begitu targetnya kabur, puluhan petugas BNNP langsung mengejar. Mobil itu belok ke arah Jalan Jakarta – Sidotopo - Jalan Kenjeran. Selama kejar-kejaran petugas berusaha memotong laju kendaraan tapi tak diberi ruang tersangka.

Sesampai di Jalan Kedung Cowek, Hamid yang bertindak sebagai sopir mengarahkan mobilnya ke Jalan Pacar Kembang V. Jalan tersebut cukup sempit, tapi tersangka brusaha memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Salah seorang warga yang ada di sekitar terserempet hingga mobil itu terhenti.

Petugas langsung turun dan mendekat ke arah mobil dan langsung menodongkan senjata ke arah tubuh Hamid. Setelah menyerah, Ibrohim yang duduk di samping sopir ternyata terkena tembak di atas dada saat kejar-kejaran.

Selama kejar-kejaran itu, petugas beberapa kali mengarahkan tembakan, hngga kaca samping kiri dan kanan pecah.

Wisnu menjelaskan di jok mobil itu lah petugas menemukan sabu yang dikemas kantong susu. Barang senilai Rp 7 miliar dengan asumsi Rp 1 juta/gram kini disita penyidik.

Dalam kasus ini, penyidik BNNP juga menangkap kaki tangannya yakni Ahmad Zeni, 30, warga Taman Ketapang, Sampang, Abdul Rahman, 47, warga Masiang Ketapang, Sampang dan Moh Nasan, 35, warga Ketapang, Kecamatan Ketapang, Sampang.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top