Calon Desa Wisata Baru di Kabupaten Malang Mulai Bermunculan

Salah satu Desa Wisata Cafe Sawah Pujon Kidul Kabupaten Malang yang kian diminati para wisatawan domestik maupun mancanegara. (foto: Imam Syafii/ MalangTIMES)
Salah satu Desa Wisata Cafe Sawah Pujon Kidul Kabupaten Malang yang kian diminati para wisatawan domestik maupun mancanegara. (foto: Imam Syafii/ MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Kesuksesan Desa Wisata (DeWi) yang ditorehkan di tahun 2017 oleh Kabupaten Malang nampaknya akan terus berlanjut di tahun 2018 ini. Beberapa calon desa wisata baru kini mulai bermunculan.

Berdasarkan data, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang mulai 2016-2017 sudah menetapkan 17 desa wisata yang sudah sukses menyedot animo wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Jadi pertengahan 2017 lalu kami sudah menetapkan ada 15 desa wisata yang sudah dipromosikan disparbud kepada wisatawan," ucap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara.

"Lalu ada dua desa lagi di akhir 2017 yang sudah kami tetapkan dan sudah memenuhi kriteria yaitu Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung dengan potensi wisata agronya dan Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo dengan keindahan pantainya. Jadi 2017 ada 17 desa wisata," terangnya.

Lebih lanjut Made menerangkan tahun ini sudah banyak desa lainnya yang bermunculan bakal menjadi desa wisata di Kabupaten Malang. 

"Sekarang ini sudah banyak desa-desa yang ingin menunjukkan potensi wisatanya diantaranya Desa Kaumrejo Ngantang, Desa Majangtengah Dampit, Desa Toyomarto Singosari, dan Desa Tawangargo Karangploso itu yang sudah masuk datanya di disparbud," paparnya.

Disinggung apa indikator menjadi desa wisata, kata Made persyaratan atau kriteria dasar menjadi desa wisata yaitu harus memiliki potensi produk dan daya tarik wisata yang unik atau khas, komunitas masyarakatnya kompak, sikap menerima dan komitmen yang kuat dari masyarakat setempat, potensi SDM lokal yang mendukung dengan ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana yang memadahi.

Kemudian, komponen desa wisata potensi geografis mengenai alam, budaya dan karya kreatif masyarakat.

"Kami berharap program desa wisata ini pemerintah akan mendukung dalam mempromosikan wisata menuju visi dan misi Kabupaten Malang yang Madep, Mantep dan Manetep sesuai tagline The Heart of East Java," ujarnya.

Disamping itu, desa wisata yang sudah ditetapkan Pemkab Malang adalah Desa Wisata Petik Jeruk Jeru, Kecamatan Dau, Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang yang akan membangun Jembatan Naga dari bambu dengan visual Bendungan Selorejo.

Kemudian, Desa Wisata Cafe Sawah Pujon Kidul yang menjual kuliner di pematang sawah sembari memanjakan mata dengan visual keindahan alamnya. Lalu, Ekowisata Boon Pring Andeman, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen yang khas dengan suasana sejuk di pinggir bendungan sumber air yang dikelilingi rimbunan pohon bambu. 

Desa Wisata Sumber Air Krabyakan di Desa Sumberngepoh Kecamatan Lawang, Wisata Gubuklakah di Kecamatan Poncokusumo, wisata budaya di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, dan Wisata Religi Gunungkawi, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. 

Dan potensi desa wisata yang menonjolkan wisata pantai seperti Pantai Bolu-bolu, Wedi Awu, dan Lenggoksono (Bowele) di Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo.

Pewarta : imam syafii
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top