Ini Biaya yang Harus Dikeluarkan Margiono untuk Dapat Rekom 9 Partai, Sungguh Mengejutkan

Margiono (tengah, baju putih peci hitam) sat mendaftar ke KPUD Rabu kemarin dengan diantar pengurus 9 partai pendukungnya. ( foto : joko pramono/Jatim Times)
Margiono (tengah, baju putih peci hitam) sat mendaftar ke KPUD Rabu kemarin dengan diantar pengurus 9 partai pendukungnya. ( foto : joko pramono/Jatim Times)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNGSudah menjadi rahasia umum bahwa untuk mendapatkan surat rekomendasi partai sebagai syarat maju ke pertarungan pilkada, harus mengeluarkan mahar miliaran rupiah. Mahar diberikan sebagai bentuk kontribusi si bakal calon kepada partai pengusung dan pendukungnya. 
 

Namun tidak bagi Margiono, salah satu bakal calon yang diusung 9 partai dalam Pilkada 2018 Tulungagung. Margiono mengatakan tidak mengeluarkan sepeser pun untuk mendapatkan rekom partai. "Jadi, di Tulungagung ini tidak ada partai politik yang meminta mahar untuk rekom saya," ungkap dia dalam press release-nya.

Margiono juga menegaskan, seluruh jajaran partai baik di daerah hingga pusat tidak meminta mahar kepadanya. Dirinya mempersilakan kepada siapa saja untuk mengecek hal itu secara langsung. "Silakan dicek ke teman-teman (anggota dewan, red) secara langsung," katanya dengan nada tegas.

Namun Margiono mengakui jika dirinya membiayai seluruh: akomodasi partai pendukungnya saat rapat, baik di daerah hingga ke pusat. Namun dia mengelak jika hal itu dianggap sebagai mahar politik. "Kalau rapat, ada uang rapat. Terus kalau ke luar kota, saya belikan tiket. Itu kan biasa," imbuh dia.

Margiono juga menyinggung komitmen jika dalam pilkada mendatang dirinya mendapatkan suara mayoritas. Ada komitmen untuk mendukung program partai di kemudian hari. "Mungkin mendukung program partai. Kan semua program partai bagus," kata pria yang masih menjabat sebagai ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat itu.

Saat ditanyakan tentang syarat-syarat tertentu yang diajukan oleh partai pendukungnya sebagai ganti mahar untuk rekomnya, Margiono mengelak jika ada persyaratan yang diajukan mereka. "Ndak ada persyaratan. Ini memang suatu anomali," tandas dia.

Margiono maju sebagai bakal calon bupati dengan diusung oleh 9 parpol yang memiliki total 37 kursi dari total 50 kursi di DPRD Tulungagung. Yakni Gerindra, PKB, Hanura, PAN, Golkar, Demokrat, PPP, PKS, dan PBB. Sedangkan PDIP dan Partai Nasdem dengan total 13 kursi mendukung petahana atau pasangan Syahri Mulyo-Maryoto Birowo (Sahto).

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top