Firasat, Gerak-Gerik Aneh dan Kisah Mistis di Balik Bunuh Diri Siswa SMP di Blitar

Proses pemandian jenazah Aryang.(Foto : Kodim 0808/Blitar for BlitarTIMES)
Proses pemandian jenazah Aryang.(Foto : Kodim 0808/Blitar for BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Aryang Wimuji Putra (16), seorang siswa SMP di Blitar yang bunuh diri di Sungai Brantas ternyata punya gelagat ‘aneh’ menjelang kematiannya. Gelagat itu disaksikan oleh keluarganya.

Sebelum melakukan aksi bunuh diri hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa keluarga Aryang sempat merasakan firasat. Salah satu diantaranya adalah sikap Aryang yang berubah drastis dan jadi hobi menari. Selain itu Aryang juga sempat mengutarakan kepada ibunya jika ingin pergi ke jembatan Nguri, tempat korban terjun ke Sungai Brantas.

Cerita itu disampaikan Ibu Aryang, Wiji Astuti kepada Kapolsek Srengat Kompol Putut Suhermanto saat berkunjung ke rumah duka.

"Saat saya ke rumah duka ibu korban sempat cerita jika sudah ada firasat, berupa perubahan sikap dari Aryang. Diantaranya jadi suka menari dan menyanyi, namun suara yang dikeluarkan lebih mirip suara sinden bukan suara Aryang seperti biasanya. Bahkan Aryang mengutarakan niatnya ingin main-main ke jembatan Nguri Selokajang," kata Putut Suhermanto, Kamis (11/1/2018). 

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, jembatan kereta api Nguri memang memiliki legenda. Kata para sesepuh desa, di lokasi tersebut pernah ada sinden yang dijadikan tumbal untuk proses pembangunan jembatan. Hingga sekarang masyarakat mempercayainya sebagai legenda sinden Nguri.

Seperti diberitakanAryang Wimuji Putra (15) siswa SMPN 3 Srengat nekat bunuh diri menceburkan diri di Sungai Brantas. Jasad warga Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, ini ditemukan di sekitaran Tambangan Pema, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Kamis (11/1/2018).

Setelah bunuh diri, muncul banyak rumor perihal motif bunuh diri korban. Seperti disebabkan ketahuan merokok atau membawa bedak dan lipstick. Sebelum  bunuh diri, pihak sekolah melalui guru bimbingan konseling  juga menerima surat kaleng yang berisi keluhan perubahan sikap korban yang suka berperilaku layaknya perempuan, sering menyanyi dangdut, sering pulang malam hingga dinihari serta sering bergaul dengan wanita berpakaian seksi.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top