Pelatih Arema Sebut Kompetisi dan Timnas Indonesia Tertinggal dari Thailand-Malaysia

Pelatih kepala Arema FC Joko Susilo (Hendra Saputra/MALANGTIMES)
Pelatih kepala Arema FC Joko Susilo (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

JATIMTIMES, BLITARPerkembangan sepak bola Indonesia yang mulai menampakkan hasil cukup bagus mendapat komentar dari pelatih Arema FC Joko Susilo. Menurut dia, meski mulai menunjukkan peningkatan, profesionalitas sepak bola Merah Putih masih kalah dengan negara lain di kawasan ASEAN (Asia Tenggara). 

Pada tahun 90-an, Indonesia dikenal sebagai Macan Asia karena saat itu sepak bola Merah Putih seperti tidak ada yang menandingi di Asia Tenggara. Thailand dan Singapura yang sering menyulitkan juga tak mampu membendung kejayaan Indonesia kala itu. 

Namun beda halnya dengan sepak bola Indonesia masa kini yang seperti kehilangan ruh sesungguhnya. Baik timnas maupun kompetisinya masih kalah jauh dengan negara lain, seperti Thailand dan Malaysia. 

Di Thailand, kini sepak bolanya sungguh sangat bagus. Mulai dari fasilitas stadion timnasnya, stadion tiap klub, ataupun fasilitas pendukung lainnya. 

Sementara di Malaysia, tahun ini mereka menobatkan Johor Darul Takzim (JDT) sebagai juara pada kompetisi. Hal tersebut sebenarnya wajar karena JDT memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang sangat mendukung timnya meraih prestasi.

Saat ditanya banyak pemain Indonesia yang pindah ke kompetisi Malaysia atau Thailand, Joko Susilo mengatakan itu adalah keputusan yang bagus. Sebab, pengalamannya akan semakin banyak dan bisa merasakan bagaimana atmosfer sepak bola negara lain. 

"Pindah ke Thailand? Ya kalau menurut saya, itu bagus. Soalnya, oemain akab mendapatkan pengalaman dan itu penting karena profesional sana dengan sini (Indonesia) berbeda," ujar pelatih yang akrab disapa Gethuk itu.

Selain fasilitas stadion dan fasilitas lainnya, telenta pesepak bola Thailand juga memiliki keinginan kuat yang membuat mereka mampu berbicara hingga level Asia. Juga, menurut pelatih yang lulus lisensi kepelatihan di Negeri Gajah Putih tersebut, faktor gaya hidup pesepak bola Indonesia cukup memengaruhi performanya. 

"Fisik itu paling utama. Tapi kalau secara permainan, mereka (Indonesia) bisa menang. Saya yakin itu. Karena skill pemain kita cukup bagus dan bisa dikatakan mampu melawan," kata mantan pemain Persija dan Arema itu. (*) 

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top