Pernah Beraksi di Tempat Lain, Inilah Identitas Kawanan Perampok Nasabah yang Diringkus Polisi

Aksi polantas saat menangkap para pelaku penodongan modus tembak ban di Plosokandang. / Foto : Istimewa
Aksi polantas saat menangkap para pelaku penodongan modus tembak ban di Plosokandang. / Foto : Istimewa

JATIMTIMES, TULUNGAGUNGAksi penyergapan petugas Satlantas Polres Tulungagung terhadap kawanan penodong nasabah Bank Mandiri di GOR Lembu Peteng mendapat simpati publik setelah berita dan video tersebar di media sosial. Aksi tersebut tergolong heroik dan terjadi saat salat Jumat hendak dimulai di masjid dekat pom bensin Plosokandang, Kedungwaru. 

"Reskrim bersama dengan anggota satlantas telah berhasil mengamankan empat orang diduga pelaku percobaan pencurian dengan modus tembak ban," ungkap AKP Mustijat Priyambodo, kasat reskrim Polres Tulungagung. 

Dari data yang dihimpun Tulungagung TIMES, pelaku antara lain Rizky Saputra (48), warga Kahuripan Nirwana Village Blok AA2 No 16 Sidoarjo, yang bertugas mengawasi keadaan. Pelaku lain, Budi Waluyo (50), warga Nakula Dusun Tulusaya RT 05 RW 01 Sidorahayu, Wagir, Kabupaten Malang, yang bertugas mengawasi keadaan. Kemudian Salman (40), warga Jalan Urip Sumoharjo Nomor 6 RT 01 RW 01 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang bertugas sebagai sopir mobil. Terakhir adalah Zainudin (52), warga Jalan Teuku Umar 7A Nomor 11 F Kelurahan Ujung Pandang Baru, Kecamatan Taluk, Kota Makassar. Nama terakhir adalah eksekutor yang membuka pintu mobil dengan menggunakan kunci T. 
"Ada pelaku lain atas nama FD alias WJK. Dia mengendarai sepeda motor Satria yang telah melakukan tembak ban. Tersangka ini berhasil melarikan diri," jelas kasat reskrim. 

Lantas siapa korban yang hampir menjadi sasaran empuk kawanan penodong jalanan ini? Diketahui korban adalah Agustinus Santoso (46), warga Gondang, Tulungagung. 

Kasat reskrim juga memaparkan peran dan kronologi lengkap hasil pemeriksaan terhadap kawanan penjahat itu. Berawal info masyarakat yang disiarkan melalui radio HT satlantas dengan dibantu satresrim dan anggota polsek, mereka menyergap pelaku percobaan perampokan. 
"Korban yang ditodong ini berdua dengan adiknya yang sudah mengambil uang tunai di Bank Mandiri sebesar Rp 150 juta. Adik korban sudah merasa ada yang mengawasi dari depan bank," jelas Mustijat. 

Kemudian ketika pulang, di selatan GOR Lembu Peteng, korban berhenti untuk cek roda kiri yang tiba-tiba gembos. "Ketika cek roda ini, korban sempat melihat kaki pelaku sedang merusak pintu sebelah kiri dengan kunci T, namun tidak berhasil," papar kasat reskrim. Setelah ketahuan, rupanya kawanan pelaku kabur dan korban melapor kepada polantas. 

Setelah ditangkap dan diamankan, polisi menyita beberapa barang bukti berupa 1 buah HP merek Oppo warna putih, 2 buah kunci T, 1 unit mobil KIA Picanto nomor polisi W 1766 SO beserta STNK atas nama Lilik dan kuncinya, 3 buah HP warna hitam dan rumah kunci pintu mobil serta ban yang masih tertancap paku. "Hasil Interogasi, mereka mengakui sebelumnya pernah melakukan kejahatan yang sama dengan TKP Ngunut, Tulungagung," beber Mustijat.

Satresrim terus berupaya melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk pengembangan kasus yang dilakukan oleh komplotan pelaku penodongan dengan modus tembak ban tersebut. (*)

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top