Kopi Nusantara, Identitas Indonesia (1)

Kopi Nusantara, Tak Sekadar Aroma dan Cita Rasa, Tapi Identitas Lokal Bukan Bungkus Semata

Kopi Nusantara. Indonesia terkenal dengan kopi berkualitas tinggi yang telah menjadi primadona dalam dan luar negeri. Kopi Nusantara juga merupakan identitas bangsa. (Istimewa)
Kopi Nusantara. Indonesia terkenal dengan kopi berkualitas tinggi yang telah menjadi primadona dalam dan luar negeri. Kopi Nusantara juga merupakan identitas bangsa. (Istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Minuman "genit" ala Starbucks hanya akan menarik turis dan orang-orang Italia yang penasaran. "Tapi mereka tak akan bisa menggantikan kopi asli Italia," kata Eleonora Fornaicari, pemilik Caffe Rivoli, Milan.

Ungkapan tersebut, bukan tanpa dasar. Kopi bagi para pecintanya bukan sekadar minuman saja. Tapi telah menjelma menjadi jalan hidup. Bukan sekadar gaya dalam menterengnya kemasan kopi semata.

Kopi adalah energi yang memasok ritme manusia. Bahasa universal yang mempertemukan berbagai latar berbeda dalam suatu ruangan. Ruangan yang dicairkan oleh pekatnya kopi dan membebaskan para peminumnya mengekspresikan berbagai hal dalam kehidupannya. Dari persoalan sepele sampai pada urusan revolusi.

Dan di bawah naungan warung kopi (warkop) atau kafe-kafe yang tumbuh bak cendawan di musim hujan, kopi nusantara terus menguarkan cita rasa dan aroma khasnya. Yang tidak bisa digantikan biji-biji kopi luar negeri. Yang terus menyebar ke penjuru daerah. Bahkan telah memesona para penikmat kopi mancanegara.

Kopi nusantara terus hidup dan dipasok dari para petani berbagai daerah di Indonesia. Misalnya Jawa, Sumatera, Bali, Lampung, Aceh dan lainnya. Dari para petani inilah kopi nusantara menyebar dan menjadi menu-menu wajib di berbagai warkop atau kafe. Menjadi identitas dalam gempuran berbagai produk kopi luar negeri yang gencar masuk ke nusantara.

Kopi nusantara apa saja yang bukan hanya dikenal dengan aroma dan cita rasanya yang menawan. Namun juga menjadi alat identitas lokal suatu daerah dengan ciri dan kekhasannya yang tak bisa digantikan. Berikut kopi-kopi nusantara yang berhasil MalangTIMES rangkum untuk Anda.

1. Kopi Jawa

Biji kopi Amstirdam Kabupaten Malang (dok MalangTIMES)?

Kopi Java. Begitulah orang-orang Eropa sejak zaman kolonial Belanda menamainya. Tumbuh di lereng-lereng gunung yang sangat cocok dengan pertumbuhan biji kopi. Membuat Jawa menjadi surganya kopi dengan berbagai macam jenis, aroma dan cita rasa beragam. Bahkan, bisa dikatakan varian kopi Jawa lebih banyak daripada daerah lain yang ada di Indonesia. 

Sebut saja wilayah Kabupaten Malang yang memiliki luas lahan perkebunan kopi rakyat 14.947,5 hektar dan produksi sebanyak 9.613 ton.

Misal, wilayah Dampit serta wilayah Malang Selatan menghasilkan produk kopi yang dinamai Amstirdam. Atau wilayah karangploso dan sekitarnya dengan produk kopi yang tumbuh di lereng Gunung Kawi dengan produknya Kopi Merah, Kopi Karlos dan jenis lainnya.

Beragam jenis dan tentunya cita rasa dan aroma kopi tersebut mewakili karakter lokalitas dimana si biji hitam ini tumbuh dan terkenal di mancanegara.

Selain Kabupaten Malang, Bondowoso pun punya Kopi Raung dan Ijen. Kopi Ijen dan Raung juga mewakili identias daerah Bondowoso. Diambil dari nama dua gunung yang mengapitnya, yakni Gunung Ijen dan Raung.

Ciri khas kopi ini adalah masam karena tumbuh di ketinggian di atas 1.000 mdpl. Selain rasa masam, rasa cokelat, pedas, serta beraroma rempah-rempah pun tumpah di jenis kopi Ijen dan Raung ini. 

Yogyakarta memiliki Kopi Merapi yang sudah dibudidaya sejak zaman kolonial Belanda. Kopi tersebut ditanam di lereng Gunung Merapi yang hingga kini masih aktif.  Sehingga cita rasa kopinya halus, berbeda dari kopi lainnya.

Hal itu diperoleh karena Kopi Merapi ditanam di tanah vulkanik. Selain beberapa daerah tersebut, Jawa masih memiliki begitu banyak daerah penghasil kopi nusantara terbaik.

2. Kopi Lampung

Kopi Lampung (Istimewa)?

Sebagian besar kopi lampung adalah robusta. Di Lampung tumbuh salah satu varian kopi yang sangat terkenal yaitu kopi Ulubelu. Nama ini diambil dari nama kecamatan di Tanggamus sebagai salah satu penghasil kopi nusantara terbaik.

Kopi Ulubelu memiliki bentuk buah atau biji kopi yang lebih bulat dari kebanyakan kopi robusta, dengan cita rasa kopi lebih berat. Hal ini menunjukkan kandungan zat yang lebih banyak, serta memiliki rasa yang sangat lezat dengan aroma begitu khas. Yaitu aroma cokelat atau gula aren.

3. Kopi Sumatera

Kopi Sumatera (Istimewa)?

Jenis kopi Sumatera terkenal di dalam dan luar negeri. Misalnya kopi Sidikalang, Besemah, dan arabika Dolok Sanggul. Biji kopi Sidikalang memiliki tekstur yang lembut, tetapi rasanya berat. Rasa khas ini dikatakan sebagai hasil perpaduan cuaca sejuk dengan tanah di ketinggian 1.500 mdpl.

Sedangkan kopi Besemah yang tumbuh di daerah perbukitan dan pegunungan Pagaralam memiliki aroma yang istimewa dan kuat. Wanginya sudah tercium sebelum kopi tersebut dibuat. Konon, kopi ini merupakan minuman favorit Ratu Juliana pada zaman penjajahan Belanda dulu.

Bagi pecinta kopi dengan aroma kuat, maka Dolok Sanggul yang tumbuh di Kecamatan Dolok Sanggul, ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan, cocok untuk direguk.

Kopi Dolok Sanggul memiliki karakter khas, yakni ukuran biji hijau kebiru-biruan yang mungil dengan aroma yang  menyengat. Rasa pahit dengan cita rasa cokelat atau gula merah terasa segar dan lekat di langit-langit mulut para peminumnya.

4. Kopi Aceh

Kopi Gayo Aceh (Istimewa)?

Tersebar di sejumlah daerah, seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Dan dikenal dengan sebutan kopi Gayo. Kopi Aceh muncul sekitar abad ke-17, pada masa penjajahan Belanda dan menjadi primadona Belanda, saat itu.

Bahkan, Belanda menyebut kopi ini produk masa depan karena saat itu sangat diminati di pasar luar negeri. Terbukti kopi Gayo, selain terkenal di negeri sendiri, juga dikenal oleh penikmat kopi di luar negeri, terutama di Uni Eropa.

Terdapat 60 varietas dan cultivated variety kopi Gayo, tapi hanya  varietas Gayo 1 dan Gayo 2 yang dianggap memiliki kualitas baik.

5. Kopi Bali 

Kopi Bali (Istimewa)?

Pulau Dewata ini pun merupakan penghasil kopi nusantara terbaik. Kopi khas Bali biasa disebut Kintamani, karena sebagian besar dikembangkan di Desa Mengani sekitar Danau Kintamani. 

Di Desa Mengani, 95 persen kopi yang ditanam berjenis “kobra”. Karena kopi ini pertama kali dikembangkan di Kolombia dari hasil persilangan Caturra dengan Hibrido de Timor. Ciri khas kopi KIntamani adalah aromanya berasa buah longan, melon, dan karamel dari selai nanas pada kue nastar. 

6. Kopi Papua

Kopi Papua (Istimewa)?

Kopi asal Papua terbilang salah satu kopi terbaik di Indonesia. Ditanam pada ketinggian 2.000 mdpl, yakni di puncak Pegunungan Jayawijaya, Kopi Papua merupakan salah satu kopi terbaik yang dimiliki Indonesia.

Kadar asam mendekati nol dan kafein yang rendah menjadi perpaduan kopi Papua semakin memincut pecinta kopi.  Karena semakin tinggi lahan kopi ditanam, maka produknya bebas polusi, bebas hama, dan tidak membutuhkan pupuk.

Selain beberapa daerah tersebut,  kopi nusantara juga tumbuh di berbagai daerah lainnya.  Indonesia adalah surga kopi berkualitas, baik secara aroma dan cita rasa maupun identitas bangsa.  

Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top