Muncul Kasus Difteri, Dinkes Surabaya Segera Imunisasi 753 Ribu Orang

Ilustrasi penyakit difteri yang menyerang tenggorokan
Ilustrasi penyakit difteri yang menyerang tenggorokan

JATIMTIMES, SURABAYA Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya akan melakukan imunisasi masal dengan pemberian vaksin untuk mencegah penyakit difteri melalui program Outbreak Response Immunization (ORI). Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap berkembangnya kasus difteri di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, tahun 2017, Surabaya ada 29 kasus difteri. Dari hasil lab, sebanyak 28 dinyatakan negatif. Namun, hingga akhir Desember 2017, ada satu yang dinyatakan positif.

“Nanti kami akan lakukan program ORI di seluruh tingkat kecamatan dan kelurahan. Kami akukan secara masal,” ujarnya.

Sasaran dari program ORI adalah usia satu hingga di bawah 19 tahun. Dia menyebut penyakit difteri ini sangat mengerikan dan bisa menyebabkan kematian.

Menurut Febria, jika seseorang terkena penyakit difteri, dia akan mengalami kondisi demam, sakit pada tenggorokan, kemudian di pangkal tenggorokan terdapat selaput abu-abu yang bisa membesar dan menyumbat aliran saraf dan jantung sehingga dapat menyebabkan kematian.

“Kita punya sasaran untuk yang di bawah 19 tahun mencapai sekitar 753.498 orang. Usia 19 tahun kurang sehari juga tetap akan kami lakukan imunisasi,” urainya.

Data dari Dinkes menyebutkan, tahun 2017 penyakit difteri yang menyerang usia di bawah 10 tahun mencapai 24 orang. Sedangkan usia 26 hingga 30 tahun sebanyak 3 orang. Dan terakhir satu orang dengan usia lebih dari 60 tahun. Seseorang bisa terkena penyakit difteri dikarenakan imunisasi dasarnya tidak lengkap.

Dia mengatakan, program ORI ke depan akan dilaksanakan dengan tiga tahapan. Pertama pada bulan Februari 2018 mendatang, kemudian Juni dan yang terakhir Desember.

Febria menegaskan, pihaknya akan menyiapkan sekitar 6.677 pos-pos untuk mendukung berjalannya program ORI, dengan dibantu dari satgas, DP5A dan OPD terkait.

Selain itu, pihaknya sudah bekerja sama dengan rumah sakit dan perguruan tinggi, dengan total tenaga vaksinator sebanyak 1.093 orang. “Vaksin khusus sasaran usia 19 tahun ke bawah nanti akan disiapkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim),” tuturnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga mempunyai kebijakan program yang sama di luar ORI. Sekitar 9.000 petugas lapangan juga akan dilakukan imunisasi. Sasarannya adalah para petugas lapangan seperti satpol PP, satgas, petugas kebersihan, dan petugas kesehatan yang rentan terhadap penyakit. “Seluruh satgas lapangan yang rentan terhadap penyakit juga akan kita lakukan imunisasi tetanus, difteri, dan hepatitis,” ungkapnya.

Selain itu, pemkot mempunyai program kebijakan imunisasi human papillo mavirus (HPV) untuk mencegah meningkatnya penderita kanker. Terutama pada anak-anak kelas lima SD. “Memang usia yang terbaik itu sekitar 11 sampai dengan 13 tahun. Imunisasi akan kami berikan sebanyak tiga kali,” tutupnya. (*)

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Surabaya TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top