Pacu Realisasi Wisata Halal, Kota Malang Miliki Tiga Hotel dan Restoran Percontohan

Ilustrasi layanan di Regent Park Hotel sebagai percontohan destinasi wisata halal di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ilustrasi layanan di Regent Park Hotel sebagai percontohan destinasi wisata halal di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANGMeski telah berkomitmen dan ditunjuk sebagai pilot project wisata halal di Jawa Timur, belum semua pelaku pariwisata di Kota Malang menerapkan program tersebut. Saat ini baru ada tiga destinasi yang menjadi percontohan, yakni satu hotel dan dua restoran. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya merealisasikan program wisata halal itu. Terlebih, Kota Malang tengah diarahkan menjadi jujukan wisata kuliner sebagai bagian dari pariwisata Malang Raya. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang terus memacu agar program yang diinisiasi oleh Kemenbudpar ini bisa diterapkan secara maksimal di Kota Malang.

"Masih belum terlihat berapa persen pelaku pariwisata yang sudah menerapkan program ini. Tetapi yang jelas wisata halal itu terus dipacu, sebagian juga telah diaplikasikan secara bertahap," ujar Kepala Disbudpar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni.

Menurut dia, konsep wisata halal tidak hanya identik dengan hal yang berhubungan dengan kuliner. Namun kebersihan objek wisata dan ketersediaan tempat ibadah juga termasuk dalam wisata halal. "Intinya mengemas suatu produk maupun tempat wisata yang baik dari  sisi kesehatan dan kebersihan," tuturnya.

Wisatawan dari kawasan Timur Tengah menjadi target bidikan dalam program ini. Pasalnya, untuk wisatawan asing yang selama ini berkunjung ke Kota Malang didominasi oleh wisatawan asal Eropa terutama Belanda. "Jika fasilitas penunjuang pariwisata sudah berkonsep halal tourism, wisatawan dari Timur Tengah bisa tertarik berkunjung ke Malang," ujar Ida Ayu.

Disbudpar juga bekerja sama dengan perguruan tinggi dan menggelar workshop-workshop untuk para pelaku pariwisata. Pelatihan-pelatihan itu dilakukan untuk memacu motivasi para pengusaha. "Pemerintah kan nggak bisa langsung memaksa penerapan konsep wisata halal. Namun, terus disosialisasikan agar nantinya diterapkan bukan karena paksaan tetapi menjadi kebutugan," ucapnya. 

Terpisah, Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Malang mengungkapkan, setidaknya ada tiga destinasi yang menjadi percontohan wisata halal sejak akhir 2017 lalu. "Untuk sementara baru tiga. Yakni Hotel Regent Park, Restoran Inggil dan Ringin Asri. Mereka menjadi contoh halal berdasarkan menu dan fasilitas ibadahnya," ujar Ketua PHRI Malang Dwi Cahyono.

Dwi menerangkan, pihaknya pun berharap jumlahnya bakal terus bertambah tahun ini. "Sebenarnya secara persiapan, semua kelas hotel dan restoran sudah mulai ya. Misalnyadalam penerapan, di kamar-kamar disediakan petujuk arah kiblat, atau bahkan sarana ibadah," terangnya. 

Meski demikian, lanjut Dwi, penerapan wisata halal di Kota Malang masih terkendala fasilitas pendukung lain. "Karena kalau bicara sampai tingkat sertifikasi halal, yang dinilai bukan hanya makanan. Tapi nanti adanya dukungan pasar halal, pemotongan hewan, dan lain-lain juga jadi poin penilaian," pungkasnya. (*)

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top