HPP Rendah, Bulog Beralih Ke Skema Komersil

Kepala Bulog Sub Divre V Tulungagung, Krisna Murtianto ( foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Kepala Bulog Sub Divre V Tulungagung, Krisna Murtianto ( foto : Joko Pramono/Jatim Times)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Rendahnya ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang tertuang dalam Inpres nomer 5 tahun 2015, membuat Bulog Sub Divre V Tulungagung beralih ke skema Komersial. Dalam skema itu, Bulog hanya melakukan pembelian gabah petani untuk selanjutnya dijual langsung kepada konsumen.

"Kita tampung hasil panen petani dengan harga yang fleksibel dan langsung kita jual lagi," ujar kepala Bulog Sub Divre V Tulungagung, Krisna Murtianto siang tadi (Senin, 12/2).

Krisna, panggilan akrabnya jelaskan tugas utama Bulog untuk menampung hasil panen petani. Meski diakui saat ini Bulog kesulitan untuk menampung hasil panen petani lantaran rendahnya HPP yang ditetapkan oleh pemerintah.

"HPP kita untuk gabah kering panen 3.700/kilo, sedangkan dilapangan sudah mencapai 4.800/kilo," terang Krisna.

Meski sudah ada penambahan HPP sebesar 10% dari besaran HPP, angka IU masih jauh dibawah harga pasaran. 

"Meski sudah ada penambahan 10%, masih belum menjangkau harga pasaran," tuturnya lebih lanjut. 
Akibatnya, saat ini Bulog Sub Divre V Tulungagung baru bisa memenuhi target serapan sebesar 730 ton setara beras dari target total sebesar 33.500 ton setara beras.

"Kita baru penuhi serapan sekitar 730 ton setara beras," terangnya.

Tak hanya faktor HPP, belum terjadinya panen raya dan cuaca akhir-akhir ini turut membuat serapan Bulog menjadi minim. Cuaca yang cenderung hujan membuat petani kesulitan untuk mengeringkan hasil panennya.

"Petani sulit mengeringkan panennya, sementara mesin pengering yang ada terbatas kapasitasnya. Akibatnya banyak hasil panen petani yang lari keluar daerah," jelasnya.

Meski demikian, adanya panen raya yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari hingga Maret mendatang, diharapkan akan mendongkrak serapan hasil petani.

"Panen raya baru akan terjadi pertengahan Februari hingga Maret mendatang," tandas Krisna.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top