Kebun Mini nan Asri Disulap Jadi Tempat Ngopi, Bayar Seikhlasnya Bro! 

Suasana malam di Kebun Kancil Jalan Saxophone Nomor 106 Kota Malang,  tempat untuk menikmati kopi di kebun mini. Disini pengunjung bayar kopi seikhlasnya! (foto: Kebun Kancil for MalangTIMES)
Suasana malam di Kebun Kancil Jalan Saxophone Nomor 106 Kota Malang, tempat untuk menikmati kopi di kebun mini. Disini pengunjung bayar kopi seikhlasnya! (foto: Kebun Kancil for MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Hiruk pikuk kedai kopi sudah biasa ditemui di sudut-sudut kota modern. Di Malang saja, ada banyak kedai kopi dengan interior apik. Seolah bosan dengan gaya ngopi di kawasan perkotaan, anak muda di Malang punya cara unik menikmati segelas kopi. 

Bukan lagi di kafe. Melainkan ngopi berada di kebun berukuran imut. Luas kebun itu hanya sekitar tujuh kali sepuluh meter persegi. Kebun mini itulah yang menjadi surga baru nongkrong ditemani segelas kopi. Tetapi tempat ini bukanlah kedai kopi. Lantas? 

Kebun Kancil, begitu tempat ini disebut. Lokasinya berada di Jalan Saxophone Nomor 106 gang masjid Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Menawarkan sajian kopi di tengah kebun bunga, penggagas tempat ini lebih nyaman menyebutnya sebagai coffee space.

"Awalnya kami ingin buat space untuk team kami berdiskusi dan bercerita soal project atau kegiatan berkarya kami dibidang seni visual. Karena kami sama-sama penikmat kopi dan enggak ada waktu untuk pergi ke coffeeshop atau kedai, akhirnya kami buatlah tempat ini sekalian bar kecil untuk menyeduh berbagai macam kopi nusantara," cerita Galih Zahki kepada MalangTIMES, Minggu (18/2/2018)

Galih berkecimpung di dunia perfilman sejak kuliah. Pria asal Malang itu menjelaskan Kebun Kancil adalah tempat berbagai dan bercerita. Oleh sebab itu, sajian kopi di tempat yang buka mulai pukul 10 pagi ini tidak mematok tarif layaknya kedai kopi. 

 



Seorang Warga Negara Asing (WNA) menikmati sajian kopi di Kebun Kancil (foto: Kebun Kancil for MalangTIMES) 

 

"Karena Kebun Kancil kami adalah sebuah tempat berupa kebun untuk bercerita berdiskusi sambil menikmati berbagai macam kopi nusantara. Karena bukan kedai ngopi disini enggak ada tarifnya jadi pesan apa aja bayar sesukanya," terang aumnus Universitas Negeri Malang (UM) itu.

Menariknya lagi, bayar di tempat ini bukan di kasir lho tetapi ada toples khusus yang disiapkan untuk pengunjung. Tanpa ada patokan harga, kopi yang ditawarkan di Kebun Kancil terbilang lengkap. Galih mengatakan ada beberapa varian kopi di tempat ini. 

"Kalau Arabika ada dari Bali Kintamani, Aceh Gayo, Toraja dan masih banyak lagi. Dan kalau Robusta ada kopi dari Malang yakni Dampit dan juga dari Bengkulu," papar dia. 

Tujuh bulan berjalan, Galih mengaku tempat ini sudah dikunjungi banyak kalangan. Dari mereka yang awalnya sineas muda kini pekerja hingga Warga Negara Asing (WNA). "Kayaknya yang itu dari Amerika Serikat. Sudah ada tiga orang bule yang mampir kemari," tukas dia. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : A Yahya
Publisher : Aditya Fachril Bayu Anandhika
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top