Biang Kerok Keracunan Warga Kauman Diduga Bakteri E.coli

Pasien keracunan saat hajatan sedang menjalani perawatan di Puskesmas Kauman, Tulungagung / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES
Pasien keracunan saat hajatan sedang menjalani perawatan di Puskesmas Kauman, Tulungagung / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Teka-teki penyebab keracunan usai menyantap makanan hajatan di wilayah Kauman, Tulungagung mulai terkuak. Ditengarai penyebab keracunan adalah bakteri bernama Bakteri Escherichia (E.coli). 

Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh sekretaris Dinas Kesehatan, Bambang Triyono saat ditemui TulungagungTIMES di kantornya Selasa,(06/03) siang. Bambang mengungkapkan jika di wilayah Kauman paling sering terjadi kasus keracunan akibat makanan.

Di antaranya menurut catatan dinas Kesehatan ada keracunan Cilok (penthol), Bakso dan kali ini terjadi pada kasus keracunan di rumah warga yang menggelar hajatan.  "Rata-rata karena bakteri E.coli, disana kondisi ini sering menjadi faktor karena pembuangan (jamban) dan sumber air yang dimiliki warga terlalu dekat," katanya 

Idealnya, menurut aturan antara jamban dan sumber air untuk kebutuhan makan dan minum minimal 10 meter dan kedalaman sumber juga harus memenuhi syarat dari masing-masing wilayah pemukiman itu. 
"Kita sudah intervensi dengan melakukan pertemuan dan penyuluhan, namun tidak mungkin dalam satu waktu masalah tersebut selesai," tambah Bambang.

Sementara itu, terkait pelayanan kesehatan bagi korban keracunan tak perlu dikhawatirkan. Khususnya menyangkut soal biaya pengobatan. Karena Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung bakal menanggung seluruh biaya pengobatan bagi korban. Hal tersebut diungkapkan oleh . 

"Biaya pengobatan kita gratiskan bagi yang berobat ke Puskesmas milik pemerintah, namun jika yang di obatkan di klinik swasta bukan kewenangan kita," kata Bambang 

Dari informasi yang di himpun Tulungagung TIMES, data yang diperoleh dinas kesehatan lebih banyak dari data yang sebelumnya disampaikan Puskesmas Kauman. Jika sebelumnya total jumlah pasien sekitar 33,kini jumlah tersebut meningkat menjadi 41 pasien. 

Sebelumnya diberitakan, puluhan orang dilarikan di Puskesmas Kauman Tulungagung setelah menyantap makanan di rumah Soekadaris Wandono (60) seorang pensiunan PNS beralamat Dusun Krajan  RT 002 RW 005 desa Mojosari Kecamatan Kauman. Saat itu dilaporkan 29 pasien yang terdiri dari 19 rawat jalan dan 9 lainnya opname. Data terbaru disebutkan dari kepala Puskesmas Kauman, Aris Setiawan jika jumlah seluruhnya yang terdata oleh pihaknya berjumlah 33 orang korban. 
"Yang dilayani di Puskesmas kauman 19 ditambah 9 yaitu 28, Di klinik Mojopanggung ada 4 dan yang di RSU (Dr Iskak Tulungagung) 1 (orang). Untuk yang satu orang ini karena permintaan keluarga yang kebetulan karyawan RSU," kata Aris 

Aris menjelaskan Puskesmas telah melakukan langkah pemeriksaan dan perawatan dengan melakukan tindakan pertolongan bagi semua pasien. "Kondisi pasien yang dirawat sudah mulai membaik," kata Aris Setiawan 

Aris membenarkan jika Dinas Kesehatan Tulungagung telah mengambil sampel makanan berupa bumbu sate, wajik, madumongso, roti dan krupuk udang untuk di bawa ke dinas kesehatan dan selanjutnya sampel tersebut dibawa ke laboratorium di Surabaya. 

Kapolsek Kauman, AKP Nahuri mengungkapkan awal kejadian bermula saat Soekadaris Wandono mengadakan hajatan pernikahan anaknya. Pada acara Resepsi pada  hari Sabtu tanggal Sabtu (03/03) lalu. "Hidangan disajikan secara Prasmanan dengan menu makanan berupa sate ayam, capjay, es krim, soto ayam, lodo ayam dan es buah (berisi buah melon dan berbagai agar-agar),"  ungkap Nahuri 

Nahuri melanjutkan, setelah korban menyantap makanan yang disajikan dalam hajatan, selang beberapa waktu kemudian mengalami sakit perut, mual dan sering buang buang besar. Hingga hari Senin (05/03) ada beberapa orang yang masih belum juga sembuh dan  mengalami sakit perut atau diare dan pusing memeriksanakan diri di Puskesmas Kauman untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan. 
"Sejumlah 19 orang diberikan obat diare dan bisa rawat jalan namun untuk ke Sembilan orang tersebut dilakukan rawat di Puskesmas Kauman," pungkas Kapolsek 

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher : zaldi deo
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top