Tiap Desa/Kelurahan di Kota Batu Bakal Dilengkapi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu 3R

Aktivitas TPST-3 R di Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Aktivitas TPST-3 R di Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

JATIMTIMES, BATU – Setiap harinya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo menampung hingga 80 ton sampah. Untuk mengurangi jumlah sampah yang setiap harinya bertambah Pemkot Batu bakal membuat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3 R (reduce, reuse, recycle) di masing-masing desa dan kelurahan di Kota Batu. 

“Sebagai kota wisata, setiap harinya apalagi saat musim libur sampah terus bertambah. Sedangkan penampungan sampah ini hanya mampu bertahan hingga kurang lebih dua tahun kedepan,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Arief As Siddiq, Kamis (8/3/2018).

Fungsi dari TPST-3R ini adalah tempat untuk pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendaur ulangan sebelum dibuang di TPA. Ya seperti di TPST-3R di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo di sana yang mengolah sampah itu adalah 10 warga setempat.

 

Di sana mereka bertugas untuk memilah sampah dari hasil sampah rumah tangga seluruh rumah di Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo. Dari gunungan sampah itu kemudian mereka melakukan pemilihan sampah sesuai dengan kategorianya.

Misalnya sampah plastik seperti botol bekas deterjen atau makanan ringan, besi hingga sampah organik. Jika sudah dilakukan pemilihan seperti sampah plastik setelahnya akan dijual atau dijadikan bahan daur ulang. 

Yang lainnya seperti sampah organik digunakan untuk pupuk. Karena memang di masing-masing TPST-3R juga dilengkapi dengan alat mesin pembuat pupuk, mesin pencacah sampah dan mesin pengayak pupuk.

Ia menambahkan untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA perlu adanya TPST-3R. Hingga saat ini di Kota Batu sudah ada tiga TPST-3R yakni di Kelurahan Dadaprejo Kecamata Junrejo, Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji dan Kelurahan Temas.

“Ya bersama Ibu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko sudah membahas terkait TPST-3R supaya masalah sampah di Kota Batu ini teratasi,” tambahnya.

Tahun 2018 ini Pemkot Batu berupaya memulai pembangunan TPST-3R di desa dan kelurahan di Kota Batu. Hanya saja untuk membangun program ini tentunya tidak mudah karena anggaran yang digelontorkan untuk satu TPST-3R cukup besar.

“Paling tidak untuk membangun TPST-3 R itu perlu dana hingga Rp 600 juta. Karena itu akan kami lakukan secara bertahap,” kata Arief kepada BatuTIMES.

Sementara itu Anis Suciati petugas TPST-3R Kelurahan Dadaprejo, menjelaskan setiap harinya akan ada 3-4 mobil untuk mengantar sampah ke TPST-3R. Setelah dilakukan pemilahan sampah, sampah yang dibuang ke TPA hanya 1 mobil.

“Hadirnya TPST-3R itu sangat membantu mengurangi sampah di TPA. Lalu sampah yang lainnya bisa diolah lagi dan menghasilkan uang,” ucap Anis saat ditemui di lokasi. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top