Peringati Hari Ginjal Sedunia, Inilah Testimoni Pasien Cuci Darah 8 Tahun di RSUD dr Abdoer Rahem

Kadis kesehatan saat menyerahkan cenderamata kepada pasien penyakit ginjal yang cuci darah selama 8 tahun di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. Dia tampak sehat dan segar. (Foto Heru Hartanto  / Situbondo TIMES)
Kadis kesehatan saat menyerahkan cenderamata kepada pasien penyakit ginjal yang cuci darah selama 8 tahun di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. Dia tampak sehat dan segar. (Foto Heru Hartanto / Situbondo TIMES)

JATIMTIMES, SITUBONDOUPT RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo punya cara tersendiri untuk emperingati Hari Ginjal Sedunia. Mereka menggelar testimoni penderita ginjal yang melakukan cuci darah selama 8 tahun, Jum'at (9/3/2018).

Bukan hanya itu. UPT RSUD dr Abdoer Rahem juga melaksanakan pemeriksaan gratis gula darah, asam urat, konsultasi dokter dan konsultasi gizi.   

Dalam testimoninya, Suryati mengimbau kepada seluruh penderita ginjal agar jangan takut menghadapi penyakitnya. Dia minta penderita harus sabar dan jangan pernah meratapi penyakit tersebut. "Jika kita sabar dan terus ikhtiar, maka tak ada beban dalam hidup kita. Buktinya, saya sudah 8 tahun menjalani cuci darah di RSUD Abdoer Rahem ini, tapi tetap sehat," ungkap dia.

Suryati juga mengatakan agar teman-teman senasibnya selalu tegar dan ihklas dalam menghadapi penyakitnya. "Walaupun kita dalam keadaan sakit, jangan kita bermalas-malasan dan merenungkan nasib karena penyakit ginjal. Tapi, kita harus tetap semangat untuk menghadapi hidup dan kita juga harus menghilangkan ego serta melawan penyakit tersebut dengan berbagai ikhtiar. Saya juga tidak pernah meratapi penyakit ginjal ini. Penyakit ginjal yang saya derita saya bawa santai sehingga pikiran tidak terbebani," bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Situbondo Drs Abu Bakar Abdi dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini penyakit ginjal tidak perlu ditakuti karena semua penyakit berisiko. "Untuk menghadapi penyakit, kita harus santai. Jangan terlalu banyak pikiran dan terus membangkitkan semangat hidup," kata dia.

Lebih lanjut, Abu Bakar Abdi mengatakan, Hari Ginjal Sedunia yang bertema "Ginjal dan Kesehatan Perempuan" ini bertujuan mengajak mempromosilkan akses yang terjangkau dan adil terhadap pendidikan kesehatan, perawatan kesehatan dan pencegahan penyakit ginjal bagi semua wanita dan anak perempuan di dunia.

Di Indonesia, kata Abu Bakar, peringatan Hari Ginjal Sedunia diisi dengan serangkaian kegiatan. "Untuk itu, saya mengimbau kepada swasta maupun masyarakat untuk dapat berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ginjal dengan meningkatkan upaya promotif dan preventif. Hal ini ini bisa dilakukan dengan modifikasi gaya hidup," sarannya.

Adapun cara mengubah gaya hidup, masyarakat yang sudah terserang penyakit ginjal maupun belum harus melakukan aktivitas fisik teratur, makan makanan sehat (rendah lemak, rendah garam, tinggi serat), kontrol tekanan darah dan gula darah, monitor berat badan dan mempertahankan berat badan normal, minum air putih minimal 2 liter per hari, tidak konsumsi obat-obatan yang tidak dianjurkan, dan tidak merokok.

Sementara itu, Direktur UPT RSUD dr Abdoer Rahem dr H Tony Wahyudi mengatakan, ada 117 pasein ginjal yang rutin melakukan cuci darah di RSUD Abdoer Rahem. "Levalensi penyakit ginjal di Indonesia yang diderita kaum perempuan sebanyak 14 persen dan kaum laki-laki 12 persen. Tapi, yang terjadi di RSUD Abdoer Rahem, pasien penyakit ginjal yang melakukan cuci darah kebanyakan laki-laki," ujarnya.

Menurut dr Tony, banyak penyakit ginjal yang menyerang kaum perempuan di Indonesia karena adanya imfeksi ginjal klonis. Hal itu bisa terjadi kepada kaum perempuan lewat infeksi saluran kemih, kehamilan, penyakit lupus. Penyaki tersebut bisa mempengaruhi kaum perempuan terserang penyakit ginjal. "Oleh sebab itu, dengan peringatan Hari Ginjal Sedunia ini, saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Situbondo untuk menyayangi ginjalnya karena pungsi ginjal itu sangat penting bagi organ tubuh kita yang lainnya," sarannya. (*)

Pewarta : Heru Hartanto
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Situbondo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top