Tren Kerja Part Time Mahasiswa Malang (1)

Tren Paruh Waktu pun Bergeser Jadi Tukang Ojek

Ilustrasi
Ilustrasi

JATIMTIMES, MALANG – Berstatus sebagai seorang mahasiswa bukan berarti duduk manis di kelas. Sedari masih menjadi mahasiswa, wajah-wajah yang MalangTIMES temui ini mulai membangun karier pekerjaan. Dengan bekerja, mahasiswa Malang itu yakin mampu meraih sukses sejak dini. 

Lapangan pekerjaan yang makin sempit menjadi alasan mereka memilih mulai bekerja. Dari data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir tahun 2017 jumlah pengangguran di Indonesia meningkat. Selama tahun 2017 setidaknya jumlah pengangguran meningkat 10.000 orang. Hal ini dikarenakan peningkatan jumlah angkatan kerja di Indonesia dan tidak diimbangi dengan jumlah lapangan kerja. Sehingga total jumlah pengangguran mencapai 7,04 juta orang. 

Padatnya jam kuliah tidak menjadi halangan mahasiswa di Malang bekerja. Pilihan pekerjaan paruh waktu menjadi solusi mereka yang gigih berjuang bekerja dan belajar. Selain bekerja paruh waktu, pekerjaan yang tidak menyita waktu di tengah padatnya jam kuliah ialah sebagai freelancer. 

Mereka yang bekerja paruh waktu tentu berbeda dengan karyawan pada umumnya. Karyawan paruh waktu biasanya bekerja selama 30 sampai 35 jam setiap minggunya. Selain paruh waktu, ada juga karyawan freelancer. Istilah ini adalah pekerja yang bekerja sendiri dan tidak harus berkomitmen dalam jangka panjang untuk seseorang/perusahaan tertentu. 

Pembaca setia MalangTIMES, pekerjaan paruh waktu yang dilakoni oleh mahasiswa di Malang beranekaragam. Diantara yang kami berhasil temui, para mahasiswa itu bekerja paruh waktu di kafe, stan makanan/minuman, dan event organizer. 

Tetapi mulai ada jenis pekerjaan baru di luar bidang-bidang di atas. Pekerjaan ini ialah sebagai tukang ojek. Bukan tukang ojek biasa. Nyatanya pundi-pundi rupiah yang mereka dapat cukup lumayan. Terpenting mereka bebas bekerja sesuai waktu yang mereka suka. Benarkah pekerjaan tukang ojek mulai dilirik mahasiswa?

Semua pekerjaan baik paruh waktu, freelancer maupun tukang ojek tertuju pada satu. Sebagai mahasiswa mereka banting tulang keluar dari bayang-bayang orangtua. Kemandirian tengah mereka perjuangan. Lika-liku bekerja saat masih berstatus sebagai mahasiswa akan kami hadirkan di MalangTIMES. 

Simak pengalaman dan kisah-kisah inspiratif mereka termasuk berapa besaran rupiah yang mereka dapatkan? Dan apa kata pelaku usaha mengenai karyawan mereka yang masih kuliah itu? Jangan lewatkan artikel menarik kami tentang dunia mahasiswa hanya di media online berjejaring nomor wahid di Indonesia, MalangTIMES. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : zaldi deo
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top