Polisi Tantang Bonek Safety Riding, Panpel Siapkan Hadiah

Acara safety riding yang digelar di halaman Polrestabes Surabaya.
Acara safety riding yang digelar di halaman Polrestabes Surabaya.

JATIMTIMES, SURABAYAPolrestabes Surabaya mengadakan kegiatan safety riding, Minggu (11/3). Acara yang berlangsung di halaman Mapolrestabes Surabaya ini diikuti khusus ratusan Bonekmania, julukan suporter Persebaya.

“Salam satu nyali,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan mengawali sapanya. "Wani," sahut para Bonekmania yang hadir.

Dalam sambutannya, Rudi menyampaikan terima kasih kepada Bonek yang sudah mampu mengubah image. Image Bonek zaman dulu dengan Bonek zaman now sudah beda. Dulu Bonek tidak memakai helm, sekarang sudah memakai helm. “Iki mimpi opo tenanan,” ujar Rudi setengah bercanda.

Rudi melanjutkan, selain image baik yang didapat karena tertib berlalu lintas, Bonek juga dapat menyelamatkan diri sendiri dan keluarganya. “Mari kita belajar tertib," tegas Rudi.

Kemudian kapolrestabes mengingatkan, jika hendak nonton pertandingan, di jalan raya menuju stadion, suporter diminta menggunakan helm. “Semuanya ayo. Nek Sampeyan ngaku Bonek, Bonek zaman now wani tertib. Ojo kampungan. Bonek saiki wani tertib. Bonek zaman milenium yo ngene, wani tertib," imbau Rudi dalam bahasa Suroboyoan.

Sementara itu, Ketua Panpel Pertandingan Persebaya Whisnu Sakti Buana langsung memberikan tantangan bagi Bonek yang tertib berlalu lintas ketika Persebaya bermain. Menurut Whisnu, kalau ada Bonek yang tertib berlalu lintas saat hendak mendukung Persebaya di stadion, maka dia akan memberikan hadiah besar. "Saya siapkan tiket nonton Persebaya selama satu musim bagi mereka yang terbukti sudah safety riding," ujar lelaki berusia 43 tahun itu.

Pria yang juga wakil wali Kota Surabaya ini menjelaskan, pihaknya akan bekerja sama dengan sejumlah jurnalis dan pihak kepolisian untuk mengidentifikasi Bonek mana saja yang sudah safety riding dan berhak mendapat hadiah. "Saya akan siapkan juri dan tim pemantau lalu lintas saat Persebaya bertanding," ucap Whisnu yang disambut dengan teriakan wani dari para Bonek tersebut.

Menurut dia, Bonek memang layak diberi tantangan seperti itu. Sebab, selama ini, ada slogan "Hari Tanpa Aturan" di kalangan Bonek ketika Persebaya bertanding. "Karena ada yang bonceng tiga dan tidak berhelm saat naik sepeda motor pun, pasti tidak kena tilang pihak kepolisian. Padahal, itu sangat membahayakan jiwa mereka sendiri. Nah, secara perlahan, saya ingin menyadarkan mereka " imbuhnya. (*)

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top