Buaya Ganas Pemangsa Manusia di Kalimantan Timur, Berikut Video Penangkapan oleh Warga

Buaya yang memangsa warga Sangatta hidup-hidup diawetkan di Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong, Kutai Kartanegara.(foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Buaya yang memangsa warga Sangatta hidup-hidup diawetkan di Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong, Kutai Kartanegara.(foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANGDi Kalimantan, sering terjadi peristiwa manusia dimakan buaya hidup-hidup. Misalnya tahun 1960-an, dua warga dimakan hidup-hidup buaya di Sangatta, Kutai, Kalimantan Timur. Korban adalah Hairani dan seorang pria bernama Baddu, warga Tanjung Limau, Muara Badak. 

Buaya yang dijuluki monster Sangatta itu berhasil ditangkap pada 10 April 1996. Lalu diawetkan di Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong, Kutai Kartanegara. Lokasinya sekitar 600 meter dari Waduk Panji Sukarame. Museum ini berada di Jalan Museum Kayu, Panji, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Buaya Sangatta yang diawetkan merupakan jenis buaya muara atau dikenal dengan istilah Crocodillus Porosus. Buaya muara terkenal ganas melahap apa saja. Predator itu merupakan jenis buaya terbesar di bumi. Panjang buaya bisa mencapai lima hingga tujuh meter dengan berat hingga 1.000 kilogram. 

Buaya muara merupakan predator yang sabar mengintai mangsa. Kasus-kasus manusia dimakan buaya di Kalimantan banyak terjadi saat mereka tengah beraktivitas di sungai. Bahkan hingga hari ini kasus serupa kerap menimpa warga di pendalaman Kalimantan Timur. 

Buaya Sangatta yang diawetkan berusia 60 tahun. Buaya ini berjenis kelamin betina yang memiliki panjang 5,5 meter, berat 200 kg, dengan lingkar perut 1 meter. "Buaya pertama yang ditangkap berjenis kelamin jantan. Lalu yang kedua ditangkap berjarak satu bulan dari yang pertama. Buaya ini betina," papar Sophyan Hadi, koordinator Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong.

Buaya jantan berukuran lebih besar. Yakni memiliki panjang sekitar 6,6 meter, berat 850 kilogram dan lingkar perut sepanjang 1,8 meter. Usia buaya jantan diperkirakan 70 tahun. 

Buaya itu usai diburu dan dibunuh isi perut dikeluarkan oleh warga. "Potongan tubuh korban yang dimakan buaya dikeluarkan dari dalam perut buaya," sambung dia. 

Sementara itu, daerah Sangatta memang menjadi habitat predator ganas pemangsa manusia. Buaya ini berhasil ditangkap warga pada 28 September 2013. Dan berikut rekaman video amatir detik-detik buaya Sangatta ditangkap oleh warga. Video ini diunggah oleh kangmasbvdi. 

Kasus buaya memangsa manusia di Kalimantan  diberitakan terjadi lagi. Bulan Februari 2018 lalu, monster sepanjang lima meter itu berhasil ditangkap. Buaya raksasa itu memangsa seorang pencari ikan bernama Aman di Katingan, Kalimatan Tengah. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top