Stabilkan Harga Beras, 4.200 Ton Beras Digelontorkan Bulog Tulungagung

Beras Bulog ( foto : istimewa)
Beras Bulog ( foto : istimewa)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Harga beras yang sempat meroket pada awal tahun lalu, kini diusakan turun hingga mendekati harga normal.  Untuk membuat harga beras kelas medium yang sempat bertengger di harga Rp 12.500/kilo, Bulog Sub Divre Tulungagung setidaknya menggelontorkan 4.200 ton beras.  

"Selama OP BCP (Operasi Pasar Beras Cadangan Pemerintah) Bulog Sub Divre Tulungagung gelontorkan 4.200 ton beras," ujar Kabulog Sub Divre Tulungagung melalui Wakilnya, Faishal Abdul Azis siang tadi.

Dari jumlah itu, sekitar 60% beras OPCBP dialokasikan di Tulungagung. Pasalnya, 11 dari 14 rekanan bulog berada di Tulungagung. 

"Kita bekerja sama dengan mitra Bulog dalam.menyalurkan OPCBP, sedang kebanyakan mitra Bulog berada di Tulungagung," imbuh pria asal cianjur itu.

Untuk bulan januari saja, pihaknya telah salurkan sebanyak 2.800 beras bulog. Untuk bulan februari sekitar 1.000 ton, dan untuk awal maret baru sekitar 35 ton yang disalurkan.

Meski harga beras di.pasaran sudah berangsur normal, pihaknya masih belum berencana untuk menghentikan OPCBP. Karena selama ini, perintah yang diterima oleh Bulog ialah melakukan OPCBP hingga 31 Maret mendatang. 

"Sesuai dengan surat dari Kementrian Perdagangan nomer 31 tahun 2018, Bulog diminta melakukan OPCBP hingga 31 Maret mendatang," urainya pada awak.media.

Saat ini, harga beras kualitas medium sudah menyentuh level Rp 9.400-9.500 per kilogram.

Sementara itu Kabid Perdagangan pada Dinas Perdagangan Tulungagung, Didik Laksono menginginkan agar Bulog lebih berkonsentrasi dalam menyerap gabah petani. Lantaran saat ini harga beras sudah berangsur normal.

"Nanti kalau bulog terus OP, petani dirugikan karena gabahnya tidak terserap, toh sekarang harga beras sudah berangsur normal," tutur pria berkumis itu.

Didik, panggilan akrabnya gambarkan kondisi terkini harga beras di pasaran. Untuk kualitas medium sudah mencapai harga sekitar 9.450/perkilo, sedang beras kualitas premium atau beras panjang saat ini masih sulit ditemui. 

"Jenis bramo atau beras panjang harganya sekarang sekitar Rp 11.500/kilo, namun barangnya agak susah dicari," tuturnya lebih lanjut.

Namun secara keseluruhan, harga beras kualitas premium maupun medium sudah berangsur normal. Sudarwati, warga Desa Boyolangu Kecamatan Boyolangu senang dengan kembainya harga beras di posisi semula. 

"Sudah turun, jadi bisa digunakan untuk keperluan lainya," ujar Sudarwati.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : bayu pradana
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top