Ekspor Keripik Kelapa Lumajang Terkendala Bahan Baku

Para karyawan industri kripik kelapa saat mengupas ratusan butir kelapa (Foto : Ahmad Jafin / Jatim TIMES)
Para karyawan industri kripik kelapa saat mengupas ratusan butir kelapa (Foto : Ahmad Jafin / Jatim TIMES)

JATIMTIMES, LUMAJANG –  Buah kelapa menyimpan banyak manfaat. Air kelapa yang segar tidak hanya jadi pelepas dahaga, dan bahan nata, tapi kelapanya juga bisa bisa diproses menjadi santan. Seperti halnya yang dilakukan Saiful Afifan (47). Dia mengolah kelapa menjadi keripik kelapa.

Bersama puluhan karyawan yang membantunya, dirinya mengembangkan usaha produksi keripik kelapa miliknya yang bertempat di kantor Koperasi Unit Desa (KUD) Kalibendo, Kecamatan Pasirian Lumajang.

"Bersama puluhan karyawan yang berasal dari desa Bades dan Kalibendo, usaha keripik kelapa kita kerjakan," ungkap Saiful Afifan kepada Lumajangtimes Selasa siang tadi (20/03/2018) pukul 11.30 WIB bertempat di KUD.

Dirinya menuturkan, usaha kripik kelapa yang baru berusia satu bulan digelutinya itu mampu menarik minat dari kalangan luar kota. Bahkan adajuga permintaan ekspor dari berbagai negara, seperti Chile dan Mesir. Dalam sekali penriiman mencapai 7 ton kripik kelapa. Peniriman menggunakan kontainer.

Besarnya permintaan ekspor kripik kelapa ternyata sejauh ini tidak diimbangi dengan kuantitas kelapa yang tersedia di Lumajang. Alhasil, produksi kripik kelapanya hanya mampu diproduksi dan diekspor sebulan sekali. Itupun stok kelapa masih menunggu pasokan dari Banyuwangi.

"Minimnya stok kelapa jelas berdampak kepada kurangnya produktivitas kripik. Hal ini yang kemudian memaksa kegiatan ekspor kripik hanya bisa dilakukan sekali dalam 20 hari hingga 1 bulan. Itupun juga tergantung menunggu suplai kelapa dari Banyuwangi. Sehingga jumlah 7 ton ekspor keripik dengan menggunakan jasa kontainer kurang maksimal," papar Ifan.

Proses produksi pembuatan kripik kelapa cukup sederhana . Mulanya kelapa diparut, kemudian di potong sesuai ukuran, hingga tahapan akhir pemrosesan memasukkan potongan kelapa ke dalam oven dalam suhu 60° celcius selama 24 jam untuk menghilangkan kadar air daging kelapa.

"Proses pengeringan untuk menghilangkan kadar daging kelapa menggunakan oven dengan mengoperasikannya selama 24 jam. Baru kemudian dilakukan tahapan pengolahan menjadi kripik kelapa," pungkas pria yang kerap dipanggil Ifan.

Setelah semua tahapan tersebut selesai, baru kemudian kelapa yang sudah kering diproses menjadi keripik kelapa oleh puluhan karyawan. Untuk perkilogramnya keripik kelapa dibanderol Rp 30 ribu.

Pewarta : Ahmad Jafin
Editor : A Yahya
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Lumajang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top