Internet di Gadget Lemot Beberapa Hari Terakhir? Simak Penjelasan Kominfo

Warga menunjukkan SMS Blast dari Kominfo yang menginformasikan adanya perbaikan jaringan dalam minggu ini di wilayah Malang Raya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Warga menunjukkan SMS Blast dari Kominfo yang menginformasikan adanya perbaikan jaringan dalam minggu ini di wilayah Malang Raya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Sebagian pelanggan operator seluler di wilayah Malang Raya mengeluhkan koneksi internet di gadget atau ponsel pintar mereka. Beberapa hari terakhir, sambungan sinyal mengalami gangguan yang berakibat pada lambatnya konektivitas alias lemot. 

Misalnya, Habsari, salah satu warga Gadang yang mengaku kerjanya terganggu akibat koneksi yang tidak stabil. Padahal dia sudah menggunakan dua operator seluler yang berbeda. "Padahal koneksi internet kan saya pakai untuk bekerja, sejak Minggu koneksinya lemot. Kadang lancar, tapi sesekali sulit sekali sinyalnya," terang lajang asli Malang itu. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Malang Zulkifli Amrizal mengungkapkan, kelambatan koneksi internet tersebut disebabkan karena pihak Kementerian Kominfo tengah melakukan perbaikan jaringan. "Kemarin (Senin, 10/4/2018) Kementerian Kominfo mengirimkan SMS Blast yang mengonfirmasikan adanya proses penataan frekuensi," ujar Zoel, sapaan akrabnya.

SMS Blast merupakan pesan melalui telepon seluler dengan pengirim langsung operator Kominfo. Dalam SMS tersebut, dijelaskan bahwa untuk peningkatan kualitas layanan, akan dilakukan penataan frekuensi di area Malang Raya.

"Waktu penataannya seminggu, atau tujuh hari hingga akhir pekan. Kominfo juga menyampaikan permohona maaf atas ketidaknyamanan yang timbul," paparnya.

Bagi pelanggan yang ingin mencari infomasi mengenai kelambatan koneksi tersebut, lanjut Zoel, dapat menghubungi call center di nomor 188 melalui telepon genggam masing-masing. "Saat ini sedang dilaksanakan pergantian spektrum frekuensi atau reframing pada bandwith 2,1GHz. Ada beberapa slot yang saling dipertukarkan antar-operator," urainya. 

Meski kelambatan yang terjadi dikeluhkan masyarakat, menurut Zoel dampak reframing tersebut ke depan justru akan semakin mengoptimalkan koneksi. Secara teknis, nantinya blok-blok jaringan akan dikumpulkan berdasarkan kelompok operator. 

"Tetapi biasanya pengerjaan pertukaran kanal seperti itu dilakukan malam hari, lepas tengah malam saat aktivitas masyarakat sedang rendah. Jadi diharapkan tidak mengganggu aktivitas," paparnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top