Empat Anak Di Kabupaten Blitar Meninggal Akibat DBD

Ilustrasi.(Foto : google images)
Ilustrasi.(Foto : google images)

JATIMTIMES, BLITAR – Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) menelan empat korban jiwa. Ironisnya penderita DBD yang meninggal tersebut adalah usia anak-anak. “Data selama Januari hingga Maret ada empat anak meninggal dunia akibat DBD. Mereka berusia 5 hingga 10 tahun,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti.

Dijelaskan, penyebab banyak nya kasus kematian akibat DBD adalah karena penanganan yang kurang cepat dan tepat. Mereka  baru dibawa ke rumah sakit, saat kondisinya sudah parah. Di samping itu gejala DBD juga tidak terlalu dipahami oleh masyarakat. Sehingga saat awal-awal menyerang diduga hanya sakit panas biasa.

“Jika dilihat dari  jumlah kasus,  tahun ini sebenarnya tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Terdata sampai akhir bulan maret ada 71 kasus DBD.  Namun kenaikan terjadi pada angka kematian yang cukup tinggi,” terangnya.

Lebih lanjut Krisna menyampaikan, untuk mengantisipasi semakin bertambahnya kasus,  Dinkes Kabupaten Blitar  mengajak masyarakat untuk semakin gencar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Karena PSN adalah salah satu langkah paling efektif untuk membunuh jentik nyamuk.  Menurut dia, PSN bisa membunuh nyamuk hingga jentiknya berbeda dengan fogging yang hanya membunuh nyamuk dewasa saja.

“PSN untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD harus dilakukan setiap saat. Bukan hanya saat intensitas  hujan sedang tinggi.  Karena  nyamuk DBD mengalami peningkatan justru saat memasuki pergantian cuaca. Dari musim kemarau ke musim hujan, maupun dari musim hujan ke musim kemarau,” tuntasnya.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : A Yahya
Publisher : Angga .
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top