Kemiskinan Perdesaan Turun Lambat, Ini Formula Ala Emil Dardak

Emil Dardak (kanan) menyampaikan angka kemiskinan perdesaan penurunannya terbilang lambat dibandingkan dengan kemiskinan di perkotaan. (Nana)
Emil Dardak (kanan) menyampaikan angka kemiskinan perdesaan penurunannya terbilang lambat dibandingkan dengan kemiskinan di perkotaan. (Nana)

JATIMTIMES, MALANGPercepatan berbagai program yang terkait erat dengan hajat hidup masyarakat Jawa Timur (Jatim) menjadi kata kunci dalam mengurai persoalan kemiskinan di perdesaan. Pasalnya, kemiskinan perdesaan di Jatim masih dua kali lipat angka penurunannya dibanding dengan di perkotaan.

Angka kemiskinan perdesaan masih kisaran angka 15,5 persen. Sedangkan di perkotaan sudah mencapai angka 7 persen lebih. 

Untuk mengurai persoalan klasik tersebut,  percepatan berbagai program yang telah ada dan berjalan di Pemerintahan Provinsi Jatim menjadi alat untuk menurunkan angka kemiskinan di perdesaan. "Percepatan yang tentunya setelah dianalisis secara detail. Baik melalui perluasan bantuan maupun program sasarannya, " kata Emil Dardak, calon wakil gubernur Jatim yang berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa. 

Emil mencontohkan,  program Jalin Matra di bawah Gubernur Jatim Soekarwo secara target telah tercapai. Anggaran untuk program Jalin Matra bertambah tahun ini mencapai Rp 100 miliar. Percepatan untuk program yang menyasar rumah tangga miskin di perdesaan ini adalah mengevaluasi penerima manfaat program yang berjumlah sekitar 75 ribu. 

"Bagaimana kondisi mereka setelah diintervensi dengan program. Terus kami perluas dengan 65 ribu kepala rumah tangga perempuan yang tidak ikut program. Dari persoalan itu,  baru disusun program kerja dan laksanakan, " ujar suami Arumi Bachsin ini. 

Berpijak dari program yang  telah ada dan berjalan inilah,  pola  penanganan dalam menurunkan angka kemiskinan di perdesaan yang akan dijadikan formula bagi pasangan nomor satu ini. Konektivitas program disertai evaluasi,  telaah yang disesuaikan dengan realitas saat ini dirasa akan lebih tepat sasaran dibanding menciptakan program baru. 

Emil menguatkan pola pendekatannya dalam menjawab kemiskinan di perdesaan dengan mencontohkan program keluarga harapan (PKH) yang telah men-cover sekitar 1,7 juta kepala keluarga prasejahtera.  "Melalui telaah PKH yang telah berhasil,  dimaksimalkan dengan perluasan sasaran lansia dan penyandang difabel yang sekitar 30-40 persen belum terjangkau," ujarnya. 

Perluasan dan percepatan program pro-ppoor tersebut yang nantinya akan menjadi pola yang diharapkan mampu menjawab persoalan kemiskinan perdesaan yang masih terbilang tinggi di Jatim. 

"Dan yang pasti tidak ada lagi diskoneksi kerja pemprov dengan wagub dalam persoalan menyukseskan program kerja. Seperti yang disampaikan paslon nomor dua dalam debat saat menjawab persoalan kemiskinan, " pungkas Emil. (*)

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top