Kurang Koordinasi, Pemasangan APK Pasangan Cagub Cawagub Tidak Merata

Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang di pinggir jembatan (foto: istimewa/ JatimTIMES)
Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang di pinggir jembatan (foto: istimewa/ JatimTIMES)

JATIMTIMES, JEMBER – Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) Pilgub Jatim 2018 sejak memasuki tahapan kampanye hingga kini di sejumlah tempat (titik) di Kabupaten Jember, pemasangannya tidak merata.

Ada beberapa faktor yang mengakibatkan pemasangan APK tersebut bermasalah. Diantaranya diturunkan oleh warga karena mengganggu aktivitas pekerjaannya sehari - hari dan juga ditengarai ketidaksesuaian dengan penempatan titik - titik yang telah disampaikan oleh PPK ke KPU Jember. 

"Hingga hari ini pemasangan APK berupa umbul - umbul hanya terpasang di satu titik saja. Yaitu di pertigaan lampu merah Gumukmas," kata Ketua PPK Gumukmas, Fajar Wahyu Novianto, Senin (16/4/2018) siang. 

Fajar menambahkan, saat pemasangannya pun tidak ada pemberitahuan sama sekali dari pihak penyedia APK. Akibat kurangnya komunikasi yang dilakukan oleh pihak penyedia akhirnya pemasangan APK tidak sesuai penempatannya (titik pemasangan). Dalam hal ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Panwascam terlebih dahulu kira - kira langkah apa yang nantinya bisa dilakukan. 

"Itu sudah menjadi kewenangan pihak Panwascam," terangnya. Dia menambahkan, tidak hanya kesalahan penempatan APK saja yang dilakukan oleh penyedia. Hingga kini APK berupa spanduk seruan mencoblos dan gambar masing - masing Paslon di setiap desa belum terpasang.

Sementara Ketua Panwaslu Gumukmas, Lukmanul Hakim mengatakan, dengan adanya temuan pemasangan APK yang tidak sesuai dengan titik penempatan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Bawaslu Jember. Jadi nantinya dia akan menunggu informasi dari Bawaslu setempat dan tindakan apa yang akan dilakukannya nanti terkait pesangan APK di wilayah Kecamatan Gumukmas. 

"Kalau harus dilakukan penertiban maka kami siap untuk menjalankannya," tegas Lukman. 
Tidak hanya terjadi di wilayah Kecamatan Gumukmas saja permasalahan tersebut. Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Tempurejo. Bahkan menurut Ketua Panwaslu Tempurejo, Achmad Susanto, APK yang sudah dilakukan pemasangan oleh pihak penyedia di beberapa tempat ada yang dicopot atau diturunkan oleh warga setempat.

"Karena keberadaan APK itu tidak sesuai titik penempatannya dan mengganggu aktivitas bisnis warga dalam mencari rejeki. Harusnya pihak penyedia melakukan kordinasi terlebih dahulu saat mau melakukan pemasangan agar tidak salah titik - titik yang telah ditentukan," ujarnya. 

Lebih lanjut Santo menjelaskan, hingga kini APK di masing - masing desa yang ada di wilayah Kecamatan Tempurejo juga belum terpasang. Seharusnya di setiap desa terpasang kurang lebih APK  berupa spanduk seruan untuk mencoblos dan gambar masing - masing Paslon.

Pantauan di lapangan, diduga hampir seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Jember belum terpasang APK. Selain di wilayah Kecamatan Tempurejo dan Gumukmas, di Kecamatan Balung pun hal serupa juga terjadi. (*)

Pewarta : Moh. Ali Makrus
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : bayu pradana
Sumber : Jember TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top