Ada Pengguna Sabu Diduga Pengurus Partai, Ini Klarifikasi Ketuanya

Supriyono, Ketua DPC PDI-P Tulungagung (foto : Joko Pramono/ JatimTIMES)
Supriyono, Ketua DPC PDI-P Tulungagung (foto : Joko Pramono/ JatimTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Salah satu tersangka pengedar sabu yang ditangkap Satreskoba Polres Tulungagung, ternyata mantan anggota dewan antar waktu pada 2013 lalu. Ialah Murani mantan anggota dewan yang ditangkap lantaran diduga sebagai pengedar dan pengguna narkotika jenis sabu.

Hal itu diakui oleh Kasatreskoba Polres Tulungagung, AKP Suwancono. “Satu diantaranya anggota dewan tahun 2009, dan masih dilakukan pengembangan,” jelasnya.

Murani sendiri saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua PDI-P di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) atau kepengurusan setingkat kabupaten atau kota.

Saat hal itu kami konfirmasikan kepada Ketua DPC PDI-P Kabupaten Tulungagung, Supriyono mengaku masih belum mengetahui perihal penangkapan itu. Dirinya mengaku masih belum tau kabar itu baik dari pihak kepolisian maupun internal partainya dengan dalih masih di luar kota.

“Saya tidak tahu, coba tanyakan pada pihak yang berkompeten,” tutur Supriyono saat dihubungi via telepon.

Namun dirinya menegaskan apapun yang terjadi, hal itu merupakan masalah pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan lembaga ataupun partai. Meskipun dirinya akui jika Murani merupakan salah satu Wakil Ketua DPC PDI-P Tulungagung.

“Benar Murani salah satu Wakil Ketua DPC PDI-P Tulungagung, namun itu masalah pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan partai,” tegas Supriyono.

Sementara itu salah satu pengurus lainnya akan memastikan hal itu dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Sebelumnya, Satreskoba Polres Tulungagung melakukan penangkapan terhadap 3 pelaku pemakai dan diduga sebagai pengedar narkotikan jenis sabu.  Dari tangan para pelaku, pihak kepolisian berhasil mengamankan berbagai alat bukti berupa narkotika jenis sabu seberat lebih kurang 5 gram, alat hisap sabu (bong) serta timbangan digital.

Pelaku pertama pria berinisial A warga Desa Gempolan Kecamatan Pakel, selanjutnya polisi mengamankan M, juga warga Desa Gempolan Kecamatan Pakel.

Penangkapan M berdasarkan pengakuan A yang mengaku mendapatkan barang haram itu dari M. Selanjutnya pihak berwajib juga mengamnkan S yang menurut pengakuan M, dirinya mendapatkan barang itu dari S, warga Campurdarat.

Dari rumah A dan S petugas mendapati 6 paket narkotika jenis sabu, sedangkan dari pelaku M, petugas mendapatkan bong untuk menghisap sabu serta timbangan digital.

Ketiganya diancam dengan pidana kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Hal ini sesuai dengan UU 35 tentang Narkotika tahu 2009 pasal 115 subsider 112.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : bayu pradana
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top