Serunya Ngabuburit Bareng Tawon di Kota Batu

Beberapa pelajar sedang mencoba mengeluarkan madu dengan menggunakan alat di Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Sabtu (2/6/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Beberapa pelajar sedang mencoba mengeluarkan madu dengan menggunakan alat di Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Sabtu (2/6/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

JATIMTIMES, BATU – Tawon atau lebah dikenal dengan hewan yang menyengat tak perlu dijauhi.  Untuk mendekatkan dengan lebah, sebanyak 31 anak diajak berpetualang tawon di area peternakan Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. Di sana mereka belajar cara beternak dalam edukasi seputar tawon.

Untuk menghindari sengatan, mereka mengenakan penutup kepala dan sarung tangan. Hanya saja lebah-lebah ini tidak akan menyengat selama mereka tidak menggangu.

Mulanya mereka diajak untuk melihat proses lebah mengembangbiakkan madu pada kayu. Bahkan beberapa siswi itu memberanikan diri untuk memegang sarang madu itu.

Meski mulanya mereka ketakutan karena banyak ribuan lebah, tetapi mereka memberanikan diri sebab sudah menggunakan alat pelindung. Terlihat mereka sangat antusias berpetualangan tawon.

Bahkan saat akan mengeluarkan madu terlihat anak-anak lebih antusias. Mereka pun ikut mengeluarkan madu itu di tempat khusus.

Salah satu peserta Annisa Safitri mengatakan ini pengalaman pertamanya bisa berdekatan dan mengenal lebah. Mulanya memang lebah kesan yang didapatkan adalah menyengat dan menakutkan, tetapi setelah mendapatkan edukasi ini tenyata tidak menakutkan.

“Ini pertama kalinya saya mengikuti edukasi tentang tawon. Awalnya takut kalau disengat, tapi lama-kelamaan menyenangkan,” ungkap Annisa, Sabtu (2/6/2018).

Penyelenggara petualangan tawon Rosida Erawati menjelaskan ingin memberikan edukasi bahwa lebah itu tidak menakutkan. Dia ingin memberikan pemahaman jika lebah memiliki empat karakter. 

Lebah tidak menganggu tanaman. Lalu lebah makan-makanan selalu baik dan mengeluarkan sesuatu yang baik.

Lebah suka bersedekah, terbukti dari 80 persen madu yang dihasilkan untuk kepentingan manusia. Dan lebah selalu dibimbing oleh Allah untuk mencari makanan yang baik dan tidak pernah tersesat. 

“Karena kami ingin memberikan pemaham empat karakter lebah ini, sehingga anak-anak tahu dan gak perlu takut lagi,” ujar Era.

Selain agar membuat mereka paham, juga untuk mengisi waktu ngabuburit dengan hal-hal yang edukatif dan menyenangkan.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Aditya Fachril Bayu Anandhika
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top