Sidak Mamin, Komisi 2 DPRD Kota Probolinggo Temukan Apa?

Komisi 1 dan dinas terkait saat sidak mamin di Giant (Foto: Agus Salam/ JatimTIMES)
Komisi 1 dan dinas terkait saat sidak mamin di Giant (Foto: Agus Salam/ JatimTIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Komisi 2 DPRD Kota Probolinggo meminta produk makanan dan minuman (Mamin) yang tidak layak konsumsi untuk tidak dijual. Mengingat mamin yang kondisinya seperti itu membahayakan pembeli. Jika ketahuan, komisi akan meminta pemkot untuk menertibkan, bahkan jika perlu toko atau pusat perbelanjaan ditutup sementara.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi 2, H. Rano Cahyono, di sela-sela sidak ke sejumlah toko dan pusat perbelanjaan, Rabu (6/6) sekitar pukul 09.30. Hanya saja, inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Koperasi Usaha Kecil, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) itu, tidak menemukan mamin yang tidak layak konsumsi atau memasuki masa kedaluarsa.

Sidak gabungan DPRD dan pemkot tersebut, hanya menemukan beberapa produk minuman yang mendekati masa atau tanggal kedaluarsa. Tak hanya itu, rombongan yang sidak di pusat perbelanjaan Hyper Market Giant, Graha Mulia dan KDS juga menemukan produk minuman yang kemasannya penyok. Terhadap minuman yang nyaris kedaluarsa tersebut, dinkes meminta untuk ditarik dari etalase jika masa kedaluarsanya, habis.

Sedang untuk mamin yang kemasannya penyok, dinkes dan komisi 2 tidak mempersoalkan. Mengingat, kemasannya terbuat dari plastik. Namun, jika kemasannya terbuat dari seng atau sejenisnya, dilarang dijual karena membahayakan konsumen atau pembeli. “Kalau kemasannya dari plastik tidak masalah. Tapi kalau terbuat dari bahan besi seperti seng atau almunium foil, tidak boleh dijual,” tandas salah seorang petugas dinkes yang ikut dalam sidak tersebut.

Di Hyper Market Giant, rombongan sidak menemukan susu cair dalam kemasan yang masa kedaluarsanya, tanggal 19 Juni alias kurang 2 minggu. Terhadap mamin yang demikian, dinkes dan DPRD meminta untuk ditarik dari etalase dan dilarang dijual. Namun, pimpinan Giant yang mendampingi sidak, menolak.

Menurutnya, minuman dalam kemasan tidak boleh dijual seminggu sebelum tanggal kedaluarsa. “Kalau minuman seperti ini, kedaluarsanya kurang satu minggu, tidak boleh dijual. Ini kan masih dua minggu lagi,” tandas pimpinan Giant.

Pihak Giant memastikan akan menarik seluruh produk minuman yang kaduarsanya kurang dari satu minggu. Perempuan tersebut meyakinkan, produk yang dijual di Giant, tidak akan ada yang sampai kedaluarsa. Mengingat setiap hari ada petugas yang memeriksa tanggal kedaluarsa. “Kalau ada yang kedaluarsa, pasti tidak kami jual. Kami tidak rugi, karena produk tersebut, kami kembalikan ke sales atau distributornya,” pungkasnya.

Sementara Rano Cahyono, akan melakukan sidak susulan untuk mengontrol dan mengawasi, apakah produk yang nyaris kedaluarsa tersebut, masih di etalase atau sudah ditarik. Hal itu  dilakukan, untuk membuktikan apakah pemilik toko komitmen pada janjinya. “Kami akan sidak lagi. Mengontrol apakah produk yang mendekati kedaluarsa itu masih dietalase atau sudah tidak ada. Itu cara kami untuk mengetahui toko yang nakal,” ujarnya singkat.

Gatot Wahyudi, Kepala DKUPP memastikan seluruh produk mamin produk pengusaha kecil dan mikro yang dijual di minimarket, supermarket dan pusat perbelanjaan memiliki IPRT yakni, Izin Produk Rumah Tangga. “Semua produk pengusaha kecil ada IPRT-nya. Kalau tidak ada, ya tidak boleh dijual. Kami akan panggil pemiliknya. Sidak tadi, tidak ada. Semuanya ada IRT-nya,” ujar Gatot singkat.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top