Hadapi Mudik, Pemkab Malang Pantau 8 Titik Rawan Macet dan Lakalantas

Mudik Lebaran telah mulai dan beberapa ruas jalan di Kabupaten Malang yang kerap mengalami macet diantisipasi dengan adanya pos pemantauan. (Ist)
Mudik Lebaran telah mulai dan beberapa ruas jalan di Kabupaten Malang yang kerap mengalami macet diantisipasi dengan adanya pos pemantauan. (Ist)

JATIMTIMES, MALANGPemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) jauh hari telah melakukan pemetaan wilayah dalam menghadapi musim mudik Lebaran 2018. Bekerjasama dengan Polres Malang serta jajaran vertikal terkait, beberapa wilayah berpotensi rawan macet dan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) telah dikantonginya.

Pemetaan wilayah rawan macet dan lakalantas di Kabupaten Malang, dari hasil koordinasi dan pengalaman tahun lalu, terdapat di delapan titik. Yaitu Singosari, Kepanjen, Gondanglegi, Turen, Dampit, Pagak, Tumpang dan Pujon.

“Ada delapan wilayah yang nantinya kita pantau khusus oleh kita sebelum mudik lebaran, baik arus datang maupun balik nantinya. Sedangkan wilayah lainnya ditangani oleh instansi lainnya,” kata Hafi Lutfi Kepala Dishub Kabupaten Malang kepada MalangTIMES.

Pemantauan di wilayah rawan macet dan lakalantas tersebut, masih menurut Lutfi akan melibatkan sekitar 220 petugas yang didistribusikan diberbagai pos yang ada. Seperti diketahui, Pemkab Malang akan menyediakan tiga pos dalam melakukan pemantauan tersebut. Ada pos terpadu yang berjumlah empat unit, pos pelayanan satu unit dan pos pantau delapan unit.

Dengan adanya pos-pos tersebut, Pemkab Malang berharap masyarakat yang akan melakukan mudik bisa merasa nyaman dan aman. Sehingga mampu mencegah adanya lakalantas maupun tindak kejahatan lainnya. “Ini tentu harapan kita semua bahwa proses mudik bisa berjalan lancer, aman dan kondisi kondusif di wilayah Kabupaten Malang,” ujar mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang ini.

Selain mempersiapkan arus mudik lebaran, Dishub Kabupaten Malang pun mengantisipasi adanya mobilitas masyarakat saat menghabiskan waktu libur lebaran untuk berekreasi ke lokasi wisata yang ada. Khususnya di sepanjang wilayah menuju Malang Selatan yang terkenal dengan wisata pantainya. Dan kerap menjadi pilihan masyarakat, baik dari dalam wilayah maupun dari luar daerah untuk berwisata saat libur datang.

Beberapa titik jalur malang selatan yang akan diantisipasi adalah wilayah Gondanglegi dan Dampit. Selain wilayah Wonosari yang memiliki wisata religi gunung kawi. Lutfi menjelaskan, dibeberapa titik tersebut nantinya akan dibangun rest-area sementara bagi para pengunjung wisata.

“Ada rest-area sementara nanti. Hal ini dikarenakan keberadaan terminal, misalnya di Gondanglegi, pemanfaatannya kurang maksimal. Padahal itu jalur padat wisata. Rest-area ini nanti bisa dipergunakan oleh para pengunjung yang ingin beristirahat,” ujar Lutfi.

Rest-area tersebut nantinya minimal memiliki fasilitas untuk kamar mandi dan mushola. “Dan pihak kita juga nanti ada yang piket, apabila ada bus wisata yang bermalam di jalur tersebut,” pungkas Lutfi. (*) 

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top