Mokong, Disnaker Kota Malang Temukan Perusahaan Belum Beri THR Karyawan

Kasi P2HI Disnaker Kota Malang M Damhudi saat memberikan penjelasan mekanisme THR di Akeno Digital Printing. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kasi P2HI Disnaker Kota Malang M Damhudi saat memberikan penjelasan mekanisme THR di Akeno Digital Printing. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Perusahaan-perusahaan di Kota Malang belum sepenuhnya patuh dalam membayar tunjangan hari raya (THR) bagi karyawan.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang mendapati masih ada perusahaan mokong alias sengaja mangkir dengan tidak memberi hak pekerja sesuai aturan yang ditentukan. 

Bukti-bukti mangkirnya perusahaan tersebut menjadi temuan dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Disnaker Kota Malang bersama Disnakertrans Jatim.

Hari ini (12/6/2018) tim mendatangi beberapa perusahaan yang ditengarai belum membayarkan THR karyawannya. Dua lokasi pertama yang didatangi yakni De Laia Guest House Malang di Jalan Pisang Kipas dan Akeno Digital Printing di Jalan MT Haryono.

"Kami mendapat laporan masyarakat bahwa ada beberapa perusahaan yang belum memberi THR karyawan. Padahal berdasarkan aturan kan paling lambat diberikan H-7 lebaran," ujar Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnaker Kota Malang, M Damhudi.

Batasan tersebut telah tertera pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6/2016 tentang THR Keagamaan.

Menurut Damhudi, dalam sidak tersebut bukan hanya ditemukan perusahaan yang belum membayarkan THR, melainkan juga besaran THR tidak sesuai aturan. "Pengelola De Laia Guest House tadi tidak hanya belum membayarkan THR, tetapi nominalnya hanya Rp 100 ribu," paparnya. 

"Mereka juga belum membayar karyawan sesuai Upah Minimal Kota (UMK) Malang," tambah Damhudi. Mantan kepala UPT Rusunawa Pemkot Malang itu menguraikan, di gues house tersebut saat ini memiliki tujuh orang karyawan yang digaji paling tinggi Rp 1,4 juta. 

Sementara di Akeno Digital Printing, gaji karyawan juga belum dibayarkan meski sudah memasuki H-3 lebaran. Menurut Damhudi, pihaknya hari ini berencana melakukan sidak di enam titik. Titik lainnya yakni di Dia2 Guest House dan Pizaa Hut di Jalan Soekarno-Hatta.

Sebelumnya, dalam sepekan terakhir Disnaker Kota Malang juga telah memantau sejumlah perusahaan. Di antaranya di Dealer Kartika Sari, PT Sabar Subur Sentosa, Minimarket Sakinah. Hotel Montana 2, OPPO Malang dan lain-lain.

Sebagian perusahaan tersebut, lanjut Damhudi, sebagian telah tertib membayar. Namun juga ada pengaduan yang menginformasikan bahwa perusahaan tidak memberi THR melainkan hanya bingkisan parcel berisi kue lebaran.

"Nantinya perusahaan-perusahaan yang mokong-mokong ini akan kami panggil. Apalagi sudah ada ketentuan, bagi yang terlambat membayar THR akan dikenai denda 5 persen untuk peningkatan kesejahteraan pekerja," tegasnya.

Saat disidak, aktivitas di Akeno Digital Printing tampak relatif lengang dibanding hari-hari biasa. Tak banyak pelanggan yang mengantre. Beberapa pekerja tampak duduk-duduk. Sayangnya, pemilik perusahaan tengah tidak berada di tempat. "Bapak (pemilik) sedang di Surabaya. Memang belum (dapat THR) tapi rencananya hari ini ditransfer," ujar penanggung jawab toko, Silvi.

Menurut Silvi, di perusahaan tersebut terdapat sekitar 25 pekerja. Dua di antaranya memiliki masa kerja kurang dari 12 bulan. Awalnya, Silvi sempat mengaku kalau nominal THR yang didapat adalah separo gaji.

"Tetapi kalau tahun ini belum tahu nominalnya, kan transfernya belum masuk. Kalau gaji di sini sudah UMK, untuk anak training minimal Rp 2,2 juta," paparnya.

Masalah keterlambatan tersebut, lanjut Silvi, karena ada pergantian manajemen perusahaan. "Lagi ada pergantian manajemen. Biasanya sudah cair, tapi hari ini pasti cair karena juga hari ini terakhir buka. Besok sudah tutup," pungkasnya. 

 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top