Usai Pemilu Jari Dicelup Tinta Ungu, Begini Alasannya

Ilustrasi (hipwee.com)
Ilustrasi (hipwee.com)

JATIMTIMES, BLITAR – Warga Jawa Timur baru saja menyalurkan hak suaranya di Pemilihan Gubernur 2018. Ada perubahan kebiasaan alur nyoblos antara orang jaman dahulu dan sekarang.

Orang jaman dulu masuk bilik – coblos– celup tinta – pulang.  Nah kalau people jaman now Masuk bilik – nyoblos– celup tinta – foto jari – upload ke media sosial – pulang.

Namun jarang orang tahu jari berwarna ungu yang dibanggakan masuk media sosial tersebut tujuannya apa dan bagaimana asal-usulnya.

Berikut rangkuman informasi tentang tinta biru khas pemilu yang dirangkum BlitarTIMES dari hipwee.com

Ternyata tujuan dari tinta ungu ini adalah untuk sistem keamanan pemilu itu sendiri. Yakni mencegah untuk jangan sampai terjadi pemilihan ganda atau double voting. Maka jika orang jarinya tertandai warna ungu ini dan hendak mencoblos untuk kedua kalinya otomatis ditolak oleh petugas.

Dan kenapa harus kelingking? Semua jari sebenarnya boleh dicelupkan ke tinta hanya saja kalau kelingking merupakan jari yang jarang dipakai hingga tidak mengganggu aktivitas bila takut memegang barang seperti handphone takut layarnya ungu bila telunjuk kita yang dicelup.

Awal mula dari tinta ungu pemilu ini ternyata dari India pada pemilu ketiganya di tahun 1962, dibuat eksklusif oleh perusahaan Mysore Paints and Varnishes Ltd. Dari perkembangannya tinta saat ini dibuat Silver Nitrate materi yang membuat tinda hilang minimal 1 hari.

Bahkan tinta dibuat sedemikian rupa hingga mendapat sertifikat halal MUI yang membuat ibadah umat Islam tidak terganggu akibat tinta ini.

Sedang tinta ini diterapkan di Indonesia pada pemilu reformasi di tahun 1999 dengan tujuan demokrasi yang sesungguhnya tanpa ada lagi kecurangan-kecurangan.

Di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat sudah tidak memakai sistem celup tinta. Sebab mereka sudah menerapkan identifikasi pemilih dengan sidik jari dan lainnya untuk mencegah pemilih ganda.

Sebagai gantinya dengan pemberian stiker untuk ditempel di baju. Uniknya dari stiker ini adalah pemakai stiker bisa mendapat keuntungan semisal makan gratis di restoran yang menyediakan dan ini tergolong efektif dalam meningkatkan keikutsertaan pemilu. (*)

 

Pewarta : M Dona Doni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top