Ini Dugaan Sementara Jenis Penyakit Gatal Puluhan Keluarga di Kalidawir

Bayi Kinara 3 bulan dan Rifa, ibunda bayi alami sakit gatal berbulan-bulan tak kunjung sembuh / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Bayi Kinara 3 bulan dan Rifa, ibunda bayi alami sakit gatal berbulan-bulan tak kunjung sembuh / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Setelah mendapat informasi puluhan keluarga di beberapa desa di Kalidawir Tulungagung terserang penyakit gatal hingga beberapa bulan, Puskesmas Tunggangri langsung meminta bidan desa turun melihat kondisi warga Pagersari.

Alhasil, Kepala Puskesmas Tunggangri Dr Dony Wahyu BS mengatakan jika penyakit yang di derita warga kemungkaran merupakan penyakit Skabies (gudik), sedangkan untuk bayi Kinara yang masih berusia 3 bulan diduga terkena psoriasis. 

"Untuk bayinya saya curiga psoriasis, itu penyakit bawaan karena kelainan di kulitnya, tapi tidak menular. Untuk keluarganya mungkin cuma skabies saja.  Karena ada riwayat penularan dari anaknya yang dari pondok," kata Dony. 

Skabies atau Gudik menurut Dony sering terjadi di lingkungan pondok dan menular pada satu teman ke teman yang lain. Untuk itu Dony akan melakukan pendalaman lebih lanjut agar mengetahui secara pasti jenis penyakit kulit yang menyerang warga di Kalidawir itu. 
"Satu diantaranya dilakukan sanitasi dan pengobatan rutin, dua minggu biasanya bisa sembuh yang skabies. Untuk yang bayinya itu butuh dilihat secara pasti karena psoriasis butuh penanganan yang lain," paparnya.

Lebih sulitnya menurut Dony, selama ini pasien diduga penderita skabies dan psoriasis (Keluarga Sudaryanto) belum pernah datang dan memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas atau Posyandu sebelumnya. 

"Pasien selama ini belum pernah ke posyandu maupun ke puskesmas,  riwayat berobatnya ke BPS dan terakhir ke spesialis," kata Dony mengutip keterangan bidan desa yang ditugaskan mendadak ke lokasi yaitu Pagersari 

Dony juga mengungkapkan jika pasien yang didatangi bidan desanya juga belum memegang kartu jaminan kesehatan. 

"Ini agak repot, soalnya kemungkinan memerlukan pengobatan cukup lama," jelas Dony. 

Seperti diketahui, nasib puluhan keluarga warga di Kalidawir sungguh tragis, pasalnya sudah sekitar tiga bulan ini banyak warga yang tiba-tiba mengalami penyakit gatal pada sekujur tubuhnya.

Salah satu diantaranya dialami oleh keluarga Sudaryanto (40) warga Pagersari yang satu keluarga mengalami gatal tidak sewajarnya. 

"Rasanya sangat gatal, jika malam sulit tidur dan jika berkeringat rasanya tambah gatal menyiksa," kata Rifa (38) istri Sudar 

Rifa bahkan menunjukkan kondisi anaknya, yang masih bayi berusia 3 bulan dengan kondisi mengenaskan.

Kinara mengalami gatal sekujur tubuh sejak usia satu bulan, bahkan hingga kulit rambut dan kulit lainnya seperti mengelupas. 

"Ini termasuk reda, sebelum saya bawa ke dokter spesialis kondisi anak saya lebih parah," tambah Rifa 

Kakak Kinara, Bintang (13) sudah tergolong mendingan karena sudah mulai sembuh. Namun bekas gatal seperti "gudik" masih tampak di sela-sela jari tangan dan beberapa bagian tubuh yang lain. 

"Saya ini salah satu keluarga yang kena musibah gatal, keluarga yang lain banyak terkena. Ada yang sudah sembuh tapi banyak yang belum sembuh juga," papar Sudaryanto 

Hingga kini menurut Sudar, belum ada perhatian dari dinas kesehatan atau puskesmas setempat yang datang untuk melihat kondisi yang di alami. 

"Penyebabnya apa juga belum diketahui, belum ada pihak dinas atau kesehatan yang datang untuk melihat kondisi ini," terangnya 

Sementara itu, Kepala Desa Pagersari,  Fudar Kusno mengatakan, belum ada laporan warga terkait kasus ini.

Fudar mengaku terkejut, saat diberi tahu ada banyak warganya yang kena penyakit gatal-gatal ini. Kepala desa berjanji akan menindaklajuti temuan ini.

“Kok belum ada yang lapor ya? Saya janji besok akan saya cek langsung,” ujarnya.

Dari informasi yang dikumpulkan, selain keluarga Sudaryanto, keluarga lain seperti Elfa, Sulastri, Huda, Titin, Mojat, Panji, Umi, Agus Suprayitno, Wendi, Heru, Hadi dan banyak keluarga lain mengalami gatal yang tak kunjung sembuh meski telah di obatkan beberapa kali ke tempat berbeda-beda.

Pewarta : Anang Basso
Editor : Heryanto
Publisher : sandi permana soebagio
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top