Terkait Penyakit Gatal di Kalidawir, Ini Yang Ditemukan Puskesmas Tunggangri

Kepala Puskesmas Tunggangri dr Dony Wahyu BS saat memeriksa rumah warga yang terkena penyakit gatal di Desa Pagersari, Kalidawir. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Kepala Puskesmas Tunggangri dr Dony Wahyu BS saat memeriksa rumah warga yang terkena penyakit gatal di Desa Pagersari, Kalidawir. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNGPihak Puskesmas Tunggangri melakukan pemeriksaan terhadap rumah warga di Pagersari, Kecamatan Kalidawir, yang terkena penyakit gatal. Kepala Puskesmas Tunggangri dr Dony Wahyu BS mengatakan warga perlu meningkatkan kebersihan untuk melawan berkembangnya penyakit gatal berupa skabies atau sejenis gudik itu. 

"Tadi berdasarkan penelusuran, memang ada beberapa anak yang kena skabies (gudik). Sumbernya dari anak yang bersekolah di pondok. Jadi, ada dua anak dari pondok. Satu pondok di Jombang dan satunya di Serut," kata Dony.

Puskesmas Tunggangri telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Tulungagung. Dan dalam waktu dekat rencananya akan dilakukan penyemprotan untuk dua keluarga yang masih mengalami sakit gatal cukup parah. "Kami sudah berkoordinasi dengan dinkes, rencana mau diadakan penyemprotan untuk 2 keluarga yang terjangkit skabies tadi," ucapnya 

Kebersihan di rumah yang terkena penyakit gatal menurut Dony perlu ditingkatkan agar penyakit tidak terus menular pada satu anggota keluarga ke yang lain. 
"Selain itu untuk sanitasi dirumah juga kita sarankan untuk ditingkatkan, menjaga kebersihan diri,  menjemur kasur, bila perlu pakaian untuk sementara dicuci dengan air hangat," jelasnya 

Masyarakat yang mungkin ada keluhan yang sama seperti gudik atau koreng bisa langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pengobatan sekaligus akan didata. "Skabies asal kebersihan diri terjaga dan diobati seawal mungkin lebih mudah penatalaksanaannya," ujarnya. 

Sementara itu, Rifa -istri Sudaryanto- mengatakan bayinya telah dibawa dan harus opname ke rumah sakit. Mengenai adanya pemeriksaan dirumahnya, Rifa mengaku telah melakukan apa yang disarankan oleh pihak Puskesmas. 
"Kemaren ini bak mandi sengaja  kami kosongkan karena kami pikir ini gara-gara air," kata Rifa 

Karena curiga dengan air, maka keluarga Rifa mengambil air dari rumah sebelah dengan menggunakan bak plastik. 
"Terus kami ambil air daei sebelah dengan memakai bak plastik besar, mencuci baju sudah pake air panas dan di pisah-pisahkan. Jika saat diperiksa agak kotor, itu karena kami belom sempat bersihkan karna masih fokus sama bayi kami," paparnya 

Penyakit gatal berupa skabies dan psoriasis melanda puluhan rumah di Kalidawir. Gejala gatal di sekujur tubuh menimpa banyak warga, namun meski menderita penyakit gatal itu warga tidak melaporkan ke Puskesmas dan memeriksakan sendiri sakitnya ke dokter. 

Beberapa di antaranya sudah sembuh, namun banyak juga yang masih mengalami gatal cukup parah yaitu keluarga Sudaryanto dan beberapa tetangga lainnya. (*)

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top