Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Irsya)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Irsya)



Laga seru derby Jatim antara Arema Malang dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kamis 15 Agustus, menarik perhatian Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dia menyebut, sebagai dua poros kekuatan sepak bola Jatim, bahkan Indonesia, Singo Edan (julukan Arema) dan Bajul Ijo (julukan Persebaya) harus didukung oleh seluruh masyarakat Jatim dengan cara yang sportif karena kedua tim memiliki persaingan yang sengit.

Tak lupa, Khofifah  mengimbau kepada Bonekmania sebagai pendukung Persebaya agar bisa menahan diri untuk tidak datang ke Malang. Begitu juga sebaliknya, ia juga harap Aremania tidak hadir ketika tim kesayangannya bermain di Surabaya.  

"Saat main di Surabaya, sudah cukuplah Bonek yang nonton. Kalau main di Malang, cukup Aremania yang nonton. Bonek nonton di rumah saja. Cara-cara seperti ini harus terkomunikasikan dengan komandan-komandan kedua suporter. Biasanya mereka bisa berseiring karena semua demi kejayaan kesebelasan masing-masing," ucap Khofifah.

Menurut gubernur, Arema dan Persebaya adalah kekuatan sekaligus kekayaan Jawa Timur. Jadi, masyarakat Jatim harus memberikan support terhadap keduanya untuk bertumbuh kembang dan memiliki daya saing tinggi.

Khofifah mencontohkan, ketika final Piala Presiden 2019 lalu, rivalitas kedua tim berjalan sangat baik. Dan ia berharap hal itu berlanjut ke pertandingan berikutnya dengan baik.

"Aremania dan Bonek menurut saya sama-sama ingin kesebelasannya menjadi unggul dan bermartabat. Dengan mekanisme kandang dan tandang kemarin (Piala Presiden) kan sudah bagus," ucap Khofifah.

 

 


End of content

No more pages to load