Pengungsi Syiah di Sidoarjo Tak Bisa 'Toron' ke Sampang

Pengungsi Syiah asal Sampang di rusun Sidoarjo (Foto: Tempo)
Pengungsi Syiah asal Sampang di rusun Sidoarjo (Foto: Tempo)

JATIMTIMES, SIDOARJO - Pengungsi Syiah asal Sampang, Madura, Jawa Timur yang saat ini menempati rumah susun Jemundo, Sidoarjo, mengaku tidak bisa pulang mudik ke kampung halaman mereka karena alasan keamanan.

Salah seorang pengungsi syiah, Iklil Al Mial mengatakan mereka diharuskan tetap tinggal di kompleks rusun sehingga tak bisa melakoni tradisi pulang kampung atau 'toron'. "Sebenarnya kami juga kangen dan rindu kampung halaman, tetapi kami tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi yang ada saat ini," tegasnya.

Demi menghilangkan rasa rindu pada kampung halaman, ia dan beberapa warga memilih berkumpul dan memasak daging kurban bersama-sama.

Para pengungsi Syiah Sampang ini sebelumnya ikut melaksanakan Shalat Id di masjid desa setempat. Namun sepulang dari shalat, mereka langsung diangkut mobil BNPB dan kemudian masuk ke kamarnya masing-masing di rusun Jemundo.

"Kami hanya bisa menunggu dan merayakan Lebaran Idul Adha bersama-sama di rumah susun ini. Semoga kami cepat kembali dan bisa berkumpul dengan keluarga kami di Sampang," tutupnya.

Jumlah pengungsi Syiah asal Sampang yang ditempatkan di rusun Jemundo saat ini tercatat sebanyak 294 jiwa, bertambah dari awal pengungsian 2013 silam yang berjumlah 168 jiwa. (*)

Pewarta : Ronny Wicaksono
Editor :
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Indonesia
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top