Ada Dua Restoran Peninggalan Belanda di Indonesia, Salah Satunya di Malang

Toko Oen di Jalan Jenderal Basuki Rahmat No.5, Malang (atas) dan Toko Oen yang berada di Jalan Pemuda No.5, Semarang (bawah) merupakan dua restoran peninggalan zaman Belanda yang ada di Indonesia. (foto : Istimewa)
Toko Oen di Jalan Jenderal Basuki Rahmat No.5, Malang (atas) dan Toko Oen yang berada di Jalan Pemuda No.5, Semarang (bawah) merupakan dua restoran peninggalan zaman Belanda yang ada di Indonesia. (foto : Istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Kota Malang, selain menyimpan keindahan alam, juga menyimpan beragam budaya dan  tempat peninggalan sejarah. Salah satunya Toko Oen yang merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda. Uniknya Toko Oen di Indonesia ada dua, yaitu di Semarang dan Malang. 

Toko Oen berada di Jalan Jenderal Basuki Rahmat Nomor 5 Malang. Restoran ini menjadi kebanggaan warga Malang dan sekarang masih eksis menjual produknya.

Toko Oen yang terletak di dekat Alun-Alun Kota Malang sudah berdiri sejak tahun 1930-an. Konsep bangunannya kental bernuansa kolonial Belanda. Ketika mengunjungi toko legendaris ini, di dalam ruangan masih terpampang foto hitam putih kondisi Kota Malamg pada masa silam.

Toko ini nama aslinya Oen Ice Cream Palace Pattissier. Konsep desain ruangan furnitur seperti kursi rotan rendah yang ditata mengelilingi meja bundar juga tampak sangat khas tempo doeloe.
Memasuki Toko Oen, kita disambut dengan spanduk ucapan selamat datang di Malang dalam bahasa Belanda. Yakni "Welkomm in Malang. Toko Oen Die Sinds 1930 Aan De Gasten Gezelligheid Geeft”. Kalimat  tersebut berarti “Selamat Datang di Malang. Toko Oen adalah tempat untuk berkumpul & bersosialisasi sejak 1930”.

Tempat ini juga dijadikan sebagai tempat diadakannya Kongres Komite Nasional Indonesia pada 25 Februari 1947. Segala aktivitas dalam kegiatan tersebut dilakukan di Toko Oen ini pada waktu itu. Dan, pada tahun 1947, bangunan Toko Oen merupakan salah satu bangunan yang selamat dari aksi bumi hangus Malang oleh para pejuang agar bangunan tidak bisa digunakan Belanda.

Dulu, Toko Oen merupakan favorit para meneer dan mevrouw Belanda untuk rumpi-rumpi atau kongkow bareng sambil makan es krim. Toko Oen memang menyediakan menu es krim yang sampai  saat ini menjadi menu favorit. Di antaranya basic (single scoop) dengan rasa vanila, stroberi, cokelat, moka, durian, dan gula Jawa.

Pada tahun 1991 restoran ini berganti kepemilikan. Yang berubah hanyalah gayanya yang lebih modern dan komersial, namun tidak mengubah ciri restoran  tersebut.

Sementara itu, Toko Oen yang berada di Jalan Pemuda Nomor 52 Semarang awalnya didirikan sekitar tahun 1910 di Jogjakarta oleh Liem Gien Nio (Oma Oen), istri Oen Tjoen Hok (Opa Oen) dengan nama "Oen Cookies Store" yang kemudian lebih dikenal dengan nama Toko "OEN".

Toko Oen Jogjakarta sebagai awal usaha tutup sejak tahun 1937 dan pindah ke Semarang setelah Kakek Oen membeli sebuah bangunan di Semarang yang telah memiliki grillroom di  Jalan Bodjong 52 (sekarang Jalan Pemuda). Tahun 1936 bangunan ini diubah sebagai Toko "Oen" Semarang. (*)

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top