Pemuda Blitar Ini Sulap Labu Jadi Jajanan Khas Daerah

M. Anwar menunjukkan jajanan produksinya yang berbahan labu.(Foto : M.Rifai/Jatim TIMES)
M. Anwar menunjukkan jajanan produksinya yang berbahan labu.(Foto : M.Rifai/Jatim TIMES)

JATIMTIMES, BLITARLabu yang selama ini dikenal masyarakat dengan sebutan "waluh" sering dikonsumsi sebagai kolak saja. Namun di tangan kreatif Muhammad Anwar (26), labu dibuat jajanan yang jadi ikon daerahnya.

Warga Desa Nglangon, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, itu mengolah labu menjadi browring pumpkin, browring cholcolate, keripik, kue kerig, pumpkin rool, dan kecimpring yang beraneka ragam rasa dan bentuknya. Jajanan tersebut dijual di lapak miliknya yang diberi nama "Anvir".

“Saya mempunyai pohon labu di kebun. Selama ini labu dikenal masyarakat hanya sebagai kolak saja dan tidak setiap hari orang mambuat kolak. Lalu saya berkreasi bagaimana labu ini tidak terbuang percuma. Akhirnya saya mencoba membuat kripik dari labu," Kata Anwar kepada BLITARTIMES, Minggu (4/2/2018).

"Saya tidak memakai bahan pewarna maupun bahan pengawet. Ini asli dari bahan labu,”  imbuhnya.

Harga jajanan ini pun tergolong terjangkau, yakni di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 14 ribu. Dalam satu bulan, Anwar meraup untung minimal Rp 5 Juta dari bisnisnya ini.

Pria asli Blitar berwajah damai ini memulai usahanya pada pertengahan 2016. Dia dibantu istrinya, Evira Apriliana, dan 3 karyawan lainnya. Ia memulai produksi dan promo produknya lewat sebuah pameran yang ada di Blitar. Lewat UMKM tersebut, Anwar mendapatkan ilmu dari senior-seniornya.

Perkembangan usahanya ini cukup pesat. Saat ini, produknya dijual di beberapa toko dan daerah wisata edukasi di Blitar. Tkdak hanya itu. Dia juga menjual produknya via online.Tidak hanya diwilayah Blitar saja, pesanan juga datang dari seluruh Indonesia.

"Pendapatan dapat diprediksi ketika ada pesanan. Mulai dari Rp 1,5 juta sampai Rp 5 juta. Yang namanya jualan, pasti ada pasang surutnya pembeli. Omzet dapat naik ketika pas Lebaran," kata Anwar.

(Foto : Jatim TIMES)

Meski dibilang baru berdiri sekitar satu tahunan, bisnis jualan labu ini bisa dibilang lancar. Setiap minggunya produksi jualan bisa habis sekitar 100 boks  browring pumpkin, browring cholcolate, dan kecimpring. Bahkan kalau pas hari raya, pesanan bisa mencapai 500 boks.

"Sampek kewalahan kaminya, Mas. Maka dari itu kami masih membuka beberapa toko hanya di daerah blitar saja. Kenapa saya kok tidak menambah karyawan? Karena begini Mas, semua itu butuh proses belum nanti beli alat - alatnya dan kebutuhan lainnya,” tukasnya.

"Ke depannya saya mempunyai rencana untuk menambah karyawan dan terus melakukan inovasi agar produk buatan kami tetap berjalan dengan lancar,” imbuhnya lagi.

Saat ini Anwar sedang melanjutkan kuliah S2-nya di Malang .Tentunya kedua sepasang suami istri yang telah lulus kuliah ini saling mendukung dan terus bersemangat untuk terus berwirausaha.

"Niat awal saya usaha sih untuk membuka lapangan pekerjaan di desa saya, katanya mahasiswa harus berguna untuk masyarakat. Untuk rencana kedepan saya ingin menjadi dosen dan terus mengembangkan usaha saya dengan tanpa saya harus turun tangan untuk membuat produksi,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Masdain Rifai
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top